
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan kesiapan timnya menjamu Persis Solo dalam laga bertajuk Derbi Mataram, pekan ke-20 BRI Super League 2025/26, Jumat (6/2) sore di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
Menghadapi Laskar Sambernyawa yang baru saja merombak skuad secara masif di paruh musim, juru taktik asal Belanda tersebut mengakui tak bisa memprediksi kekuatan lawan. Menurutnya, banyaknya wajah baru di kubu tamu membuat skema permainan Persis berbeda di 3 laga terakhir.
“Persis Solo sulit diprediksi karena mereka mendatangkan 11 pemain baru. Saya sudah melihat tiga pertandingan mereka dan setiap laga pemainnya berbeda-beda. Jadi pada dasarnya, sedang terjadi dua hal itu (pemain baru & perombakan) di tim mereka,” ungkap Van Gastel dalam konferensi pers sebelum laga, Kamis (5/2).
Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Coach JP ini enggan pusing memikirkan lawan. Ia memilih memprioritaskan perbaikan internal Laskar Mataram untuk bangkit dari dua hasil minor sebelumnya.
“Bagi kami, kami mencoba memainkan permainan kami sendiri, yang mana itu lebih penting. Jelas kami mencoba untuk menang seperti yang kami lakukan tiap minggu, terutama setelah dua kekalahan, kami mencari kemenangan lagi,” tegasnya.
Rotasi Pemain dan Kebugaran
Terkait komposisi skuad, Van Gastel memastikan rekrutan anyar, Jop van der Avert, belum bisa diturunkan dalam laga krusial ini. Eks pemain Liga Korea tersebut dinilai masih membutuhkan waktu adaptasi fisik, usai libur kompetisi K-League 2 sejak November tahun lalu.
“Jop belum tersedia untuk besok karena menurut saya dia butuh latihan lebih banyak. Karena dia mengakhiri musim di Korea pada bulan November (2025), jadi dia butuh waktu latihan sedikit lagi,” jelas Van Gastel.
Walau belum bisa debut, Van Gastel mengapresiasi langkah cepat manajemen. “Saya sangat berterima kasih kepada manajemen yang mendatangkan Jop untuk menutupi kekurangan skuad kami di lini pertahanan,” tambahnya.
Kondisi cedera juga masih menghantui beberapa pilar. Dery Corfe dipastikan absen, sementara Rahmatsho Rahmatzoda yang sempat menepi saat melawan Borneo FC, kondisinya perlahan membaik meski belum dipastikan menjadi starter.
“Derry tidak tersedia dan Rahmatsho tidak cukup fit untuk menjadi starter. Tetapi, karena kami punya cukup gelandang, (Savio) Sheva dan (Riyatno) Abiyoso yang akan bermain,” jelasnya menyoal rotasi pemain.
Menutup sesi pers, Van Gastel berharap atmosfer Derbi Mataram di SSA dapat menjadi energi tambahan bagi skuadnya. “Suporter akan lebih antusias. Akan ada lebih banyak orang datang ke stadion. Dan ini juga penting bagi kami ke depannya,” tutup pelatih berusia 53 tahun ini.
