Laga bertajuk Derbi Mataram jilid 2 antara PSIM Jogja vs Persis Solo di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (6/2) sore, berakhir imbang.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Laga bertajuk Derbi Mataram jilid 2 antara PSIM Jogja vs Persis Solo di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (6/2) sore, berakhir imbang. Tampil dominan di hadapan para pendukungnya, Laskar Mataram harus puas berbagi angka setelah skor kacamata 0-0 bertahan hingga peluit panjang.

Jalannya Pertandingan

Sejak menit awal, PSIM Jogja langsung mengambil inisiatif serangan. Dua peluang emas tercipta di babak pertama lewat aksi akrobatik bicycle kick Ezequiel Vidal yang dihalau bek Kadek Raditya, serta sepakan keras Fahreza Sudin yang masih mampu diredam kiper Persis, Vukasin Vranes.

Memasuki babak kedua, Pelatih Kepala Jean-Paul Van Gastel menginstruksikan skuadnya tampil lebih ofensif. Vidal kembali menebar ancaman pada menit ke-54 memanfaatkan umpan Riyatno Abiyoso, tetapi sontekannya masih melebar.

Puncaknya terjadi pada menit ke-78, ketika sundulan kapten Franco Ramos Mingo yang meneruskan umpan terukur Savio Sheva, hanya membentur mistar gawang Laskar Sambernyawa.

Di sisi lain, Persis Solo sesekali melancarkan serangan balik. Kiper Cahya Supriadi melakukan penyelamatan krusial saat menepis tendangan jarak jauh Miroslav Maricic pada menit ke-59. Hingga wasit Yoko Suprianto meniup peluit akhir, tidak ada gol yang tercipta.

Dominasi Satu Arah

Usai laga, Jean-Paul Van Gastel tak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Meski demikian, pelatih yang akrab disapa Coach JP ini menilai timnya sudah berusaha sangat keras untuk meraih kemenangan.

“Hasilnya mengecewakan. Saya pikir kami menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain-pemain saya. Mereka telah melakukan segalanya. Pertandingan ini sebenarnya berjalan satu arah (kami mendominasi),” tegas Van Gastel.

Bahkan, pelatih asal Belanda ini menyebut hasil imbang tersebut sebagai sebuah anomali, mengingat banyaknya peluang yang diciptakan anak asuhnya.

“Jika Anda melihat permainan hari ini, menurut saya, adalah suatu keajaiban bahwa kami tidak menang,” tambahnya.

Konteks Tim Promosi

Menanggapi sorotan terkait tiga laga tanpa kemenangan, Van Gastel meminta publik melihat konteks yang lebih luas. Mengingat status PSIM sebagai tim promosi dengan anggaran terbatas, kemampuan tim bersaing di papan tengah BRI Super League 2025/26 dinilai sudah sesuai jalur.

“Kami telah gagal menang tiga kali, itu benar. Tapi jika Anda melihat lawan kami, saya pikir Persebaya memiliki kedalaman skuad. Borneo ada di peringkat kedua klasemen punya pengalaman di liga tertinggi, dan Persis mampu merombak timnya secara signifikan,” jelas Van Gastel.

“Kami baru saja dipromosikan dengan budget kecil. Tapi menurut saya, apa yang dilakukan tim saya jauh lebih baik daripada apa yang orang-orang pikirkan,” imbuhnya.

Senada dengan pelatih, pemain sayap PSIM, Andy Irfan, mengaku kecewa tetapi ia siap bangkit. “Hari ini kita kecewa tidak dapat 3 poin penuh meskipun banyak peluang. Semoga ini jadi pelajaran dan kita akan kerja keras terus di latihan,” ujarnya.

Tambahan satu poin membuat PSIM kini mengoleksi 31 poin dari 20 pertandingan. Selanjutnya, Laskar Mataram dijadwalkan bertandang ke markas Persik Kediri pada Jumat (13/2).

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *