PSIM Jogja berhasil curi satu poin atas Persik Kediri di Stadion Gelora Joko, Samudro, Jumat (13/2) sore.

GRESIK, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja berhasil curi satu poin atas Persik Kediri di Stadion Gelora Joko, Samudro, Jumat (13/2) sore. Laga berakhir dengan skor imbang 2-2.

Gol brace Ezequiel “Pulga” Vidal pada menit ke-38 dan ke-62 menjadi penyelamat langkah Laskar Mataram pada laga kali ini.

Jalannya Pertandingan

Pertemuan Super League pekan ke-21 antara Persik Kediri dan Jogja berlangsung sangat ketat. Laga ini diwarnai aksi saling balas gol. 

Tuan rumah sempat memimpin lewat gol Jon Toral di menit ke-31. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena PSIM segera merespons. Ezequiel Vidal berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum turun minum.

Persik kembali unggul melalui eksekusi penalti Ezra Walian pada menit ke-55. Tak berselang lama, Vidal mencetak gol keduanya di menit ke-62 untuk menyeimbangkan skor.

Memasuki fase akhir laga, intensitas permainan justru semakin meningkat. Kedua tim sama-sama ngotot mencari celah untuk mencetak gol kemenangan. Akhirnya, laga selesai dengan skor imbang untuk kedua tim. 

Laga Intensitas Tinggi

Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat ketat bagi kedua tim.

“Ini adalah pertandingan taktis dari kedua belah pihak. Kediri memulai dengan baik, dan kami mengalami kesulitan untuk mendapatkan posisi yang tepat,” ujar Van Gastel.

Juru taktik asal Belanda tersebut menyoroti masalah penempatan posisi para pemainnya saat memegang kendali permainan. Ia merasa dominasi penguasaan bola timnya tidak berjalan efektif.

“Saya pikir karena penguasaan bola, kami tidak berada dalam posisi yang baik. Jadi, saat kami menguasai bola, kami tidak sebaik biasanya,” jelas mantan pemain Feyenoord tersebut.

Meski sempat kebobolan lebih awal dua kali, Van Gastel mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang mampu merespons ketertinggalan dengan cepat di lapangan.

“Kemudian dua kali mereka unggul dalam skor, dan tim saya bangkit kembali. Jadi menurut saya, itu hal positif bagi kami bahwa kami bisa bangkit setelah dua kali tertinggal,” ungkapnya.

Hasil imbang ini dianggap sebagai pencapaian paling realistis melihat jalannya pertandingan yang sangat dinamis. Sang pelatih memandang satu poin dari markas lawan merupakan raihan terbaik yang bisa didapatkan timnya saat ini.

“Secara keseluruhan, menurut saya satu poin adalah hasil maksimal bagi kami,” pungkas Van Gastel.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *