EPA PSIM Jogja baru saja melewati rentetan dua laga penting penuh evaluasi, melawan Persis Solo dan Malut United FC.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.IDSkuad Elite Pro Academy PSIM Jogja baru saja melewati jadwal pertandingan yang cukup padat, yakni laga kandang melawan Persis Solo (4-5 Februari) dan tandang melawan Malut United FC (14-15 Februari). Dua rentetan pertandingan tersebut memberikan banyak catatan penting bagi jajaran pelatih beserta manajemen EPA PSIM Jogja.

Manajer EPA PSIM Jogja, Joshua Dio, membeberkan kondisi timnya saat bertandang jauh ke markas Malut United FC. Ia menceritakan, “Kita berangkat ke sana dengan harapan tidak muluk-muluk, minimal bisa mengambil dua poin di setiap kelompok umur.”

Target tersebut dicanangkan tim pelatih mengingat perjalanan ke Malut cukup jauh serta performa tuan rumah sedang berada di atas angin. Joshua menambahkan, “Puji Tuhan, tim U-20 bisa mengambil tiga poin, sementara kelompok umur lain memang belum ada rezekinya.”

Ujian Berat Menghadang Skuad Muda

Situasi tak jauh berbeda terjadi saat Laskar Mataram Muda melakoni partai kandang menjamu skuad Persis Solo. Meski demikian, Joshua memberikan apresiasi tinggi kepada timnya, terutama U-18.

“Saat melawan Persis Solo, skuad U-18 berhasil menyapu bersih kemenangan di dua pertandingan,” tuturnya.

Rintangan berat menghadang punggawa U-16 pada saat laga melawan Persis. Kekuatan penuh dan rotasi lawan menyulitkan permainan U-16 untuk berkembang.

“Persis Solo U-16 memang ditargetkan masuk final, sehingga pemain-pemain terbaik mereka dari U-18 diturunkan ke U-16,” jelas Joshua.

Masalah kebugaran semakin memperparah kondisi skuad U-16 karena absennya beberapa pemain andalan tim. Joshua mengonfirmasi, “Problem utama di U-16 saat ini adalah badai cedera, sekitar lima sampai enam pemain terpaksa absen.”

Kehilangan penyerang depan membuat jajaran pelatih harus lekas memutar otak mencari strategi alternatif, karena tim tidak bisa bermain dengan skuad utama. “Kita bahkan harus kehilangan dua striker utama sehingga tim harus menyesuaikan taktik kembali,” ujarnya.

Perjuangan tak kalah sulit juga harus dilewati para punggawa U-20 saat meladeni perlawanan sengit kubu tim tamu. Ia memaklumi perbedaan kualitas fisik lawan, “Secara materi pemain, skuad Persis Solo sangat matang dan beberapa sudah menandatangani kontrak senior.”

Sebelum melawan Persis Solo, manajemen sebenarnya sudah mengantisipasi kondisi ini. EPA PSIM melakukan perekrutan penggawa baru untuk semua kelompok usia.

Joshua mengaku bahwa kehadiran amunisi baru ini cukup membantu dalam tim, terutama untuk U-20. “Pemain-pemain baru ini hadir memberikan solusi taktikal segar dan menaikkan intensitas permainan U-20,” katanya.

Ia berharap agar semua pemain baru bisa segera memberikan kontribusi untuk tim Laskar Mataram Muda. “Di dua pertandingan kandang selanjutnya, harapannya mereka bisa berkontribusi lebih dan kita bisa membayar lunas poin-poin terbuang kemarin,” pungkas Joshua.

Daftar Hasil Pertandingan EPA PSIM Jogja

Laga Kandang Melawan Persis Solo

  • EPA PSIM U-16: Kalah (0 Poin)
  • EPA PSIM U-18: Menang (6 Poin)
  • EPA PSIM U-20: Kalah (0 Poin)

Laga Tandang Melawan Maluku Utara

  • EPA PSIM U-16: Kalah (0 Poin)
  • EPA PSIM U-18: Kalah (0 Poin)
  • EPA PSIM U-20: Menang (3 Poin)
Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *