PSIM Jogja cetak comeback dramatis menahan imbang Bali United 3-3. Pelatih Van Gastel evaluasi taktik dan komunikasi.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.IDPSIM Jogja sukses menahan imbang Bali United 3-3 usai tertinggal tiga gol di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2). Laskar Mataram menunjukkan mental baja dengan mencetak gol balasan dramatis pada paruh kedua pertandingan.

Jalannya Pertandingan

Laskar Mataram sempat terpuruk pada babak pertama. Gawang PSIM kebobolan dua kali melalui aksi Thijmen Goppel pada menit ke-34 dan Tim Receveur (45+3′). Situasi semakin sulit ketika Irfan Jaya memperlebar keunggulan Serdadu Tridatu menjadi 0-3 pada menit ke-55.

Namun, momentum kebangkitan tercipta sepuluh menit berselang. Tembakan keras Savio Sheva Maresca Amavisca dari luar kotak penalti pada menit ke-65 sukses memecah kebuntuan sekaligus memompa semangat juang tim tuan rumah.

Tekanan PSIM kian intens dan merepotkan pertahanan lawan. Kerugian bagi Bali United datang pada menit ke-72 saat Joao Vitor Ferrari Silva diganjar kartu merah. 

Keunggulan jumlah pemain membuat Laskar Mataram leluasa mengurung area penalti. Upaya tak kenal lelah ini membuahkan gol bunuh diri Ricky Fajrin Saputra (88′) dan sundulan penyelamat Franco Gaston Ramos Mingo pada masa injury time (90+1′).

Evaluasi Taktik dan Komunikasi Lapangan

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengakui duel kontra Bali United berjalan sangat menguras tenaga dan emosi.

“Ini pertandingan yang sulit karena kita tertinggal di babak pertama. Kami merespons di babak kedua, tetapi justru kembali kebobolan,” ujar juru taktik berkebangsaan Belanda tersebut dalam sesi jumpa pers setelah laga.

Meski mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya, Van Gastel memberikan sorotan tajam terkait kelemahan mendasar tim dalam laga malam tadi.

“Saya rasa masalah tim saat ini bersifat struktural, salah satunya komunikasi antarpemain. Jika Anda mencermati proses kebobolan awal, seolah-olah kita memberikan kesempatan tersebut secara cuma-cuma kepada lawan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi ketertinggalan, staf pelatih bergerak cepat merombak strategi dengan memasukkan tiga pemain baru sekaligus pada awal babak kedua. Perubahan taktik ini terbukti efektif mengubah ritme permainan secara drastis.

“Hal berbeda kita lakukan pada paruh kedua adalah bermain menyerang dengan menempatkan dua striker secara bersamaan. Di sisi lapangan kita menang jumlah pemain sehingga tim bisa menembus sepertiga akhir pertahanan lawan secara mudah,” jelas Van Gastel.

Ia menutup keterangannya dengan mengapresiasi para suporter yang tak henti memberi semangat untuk para pemain dari tribun. 

“Saya juga ingin berterima kasih kepada para pendukung atas dukungannya hari ini. Kami mensyukuri hasil ini dan berharap bisa tampil lebih baik di laga berikutnya,” pungkasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *