
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja menggelar acara talkshow bertajuk “Beyond The Pitch, The Journey of Growth” bagi anggota PSIM Academy. Kegiatan ini berlangsung hangat di Monumen PSSI Baciro pada pukul 18.30 WIB dengan melibatkan seluruh staf pelatih.
Forum ini hadir sebagai ruang belajar langsung dari pelatih serta pemain tim senior Laskar Mataram. Anggota PSIM Academy diajak memahami bahwa sepak bola, mencakup proses bertumbuh dan kesiapan mental menuju level profesional.
Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, hadir dan menjadi moderator dalam acara ini. Ia menekankan pentingnya totalitas bagi para calon pemain sepak bola profesional.
“Kalau kalian benar-benar ingin di bola tunjukkan tekad kalian 100 persen, karena kalau tidak yakin, lebih baik tidak terjun sama sekali,” tegas Liana.
Asisten Pelatih PSIM Jogja, Erwan Hendarwanto, menyoroti aspek fisik sebagai syarat mutlak dalam standar kompetisi modern.
“Yang harus di maintenance adalah fisik yang prima. Itu syarat utama. Sekarang di Liga 1, coach Jean-Paul (pelatih kepala tim senior PSIM) punya standar yang tinggi tentang fisik,” jelasnya.
Kunci Konsistensi dan Disiplin
Tantangan terbesar bagi pemain muda sering kali datang dari gangguan eksternal, seperti gawai. Erwan mengingatkan agar waktu istirahat dimaksimalkan untuk menunjang performa di lapangan.
“Rata-rata yang menjadi penghalang adalah gadget karena pelatih taunya pemain sudah istirahat tetapi ternyata masih main game. Istirahat yang cukup, minimal 8-9 jam sehari. Itu salah satu hal yang paling penting untuk menjaga fisik prima,” ujar Erwan.
Pentingnya disiplin diri turut diamini oleh penggawa Laskar Mataram Raka Cahyana. Ia mengingatkan adik-adiknya untuk tidak cepat puas dan selalu menjaga perilaku di dalam maupun luar lapangan.
“Saya menerapkan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Jadi tidak boleh cepat puas dan harus tetap disiplin,” kata Raka.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menutup sesi dengan membeberkan kriteria pemain yang dibutuhkan tim senior. Selain kemampuan olah bola, pemahaman taktik menjadi indikator penilaian manajemen.
“Salah satu indikator pemain PSIM yang kita ambil musim ini di Liga 1 selain fisik dan skill bermain adalah pengetahuan taktikal,” pungkas Razzi.
