
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Manajemen PSIM Jogja kembali menyelenggarakan program PSIM Empathy putaran kedua bertema Self Love to Share Love pada Minggu (22/2). Kegiatan kali ini adalah berbagi bersama Panti Asuhan Putri RM Suryowinoto.
Kegiatan ini didukung oleh Taro, Le Minerale, Specs, serta Toyu. Direktur Utama PSIM Jogja, Liana Tasno, hadir langsung bersama dengan dua pemain tim utama senior, Harlan Suardi dan Andy Setyo.
Agenda kali ini mengusung tema Self Love to Share love – Second Session: Giving and Empathy Day: Love in Action. Tujuan utama acara ini meliputi penanaman rasa percaya diri sekaligus penyampaian pesan berharga bagi masa depan setiap anak.
Liana Tasno mengingatkan pentingnya penghargaan terhadap diri sendiri bagi setiap perempuan muda di sana. “Kalian berharga, kalian hebat, dan kalian berhak menyayangi diri kalian sendiri apa adanya,” ujarnya.
Ia juga menekankan keterkaitan erat antara mimpi besar dan kerja keras untuk kesuksesan. “Mimpi besar adalah hak setiap perempuan, serta latar belakang kita tidak sepenuhnya bisa menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah,” tutur Liana.
Motivasi Langsung dari Pemain Profesional
Liana ikut membagikan wawasan berharga melalui figur sang direktur sebagai contoh nyata perempuan tangguh pemimpin klub sepak bola. “Jika kita berani bermimpi, mau berusaha, dan terus berkomitmen, kita pasti bisa menjadi apa pun sesuka hati kita,” tambah Liana.
Setelah sesi berbagi dengan anak-anak di panti, selanjutnya terdapat sesi Meet and Greet persembahan Rexona. Harlan Suardi dan Andy Setyo membagikan cerita motivasinya kepada anak-anak di panti.
“Keluarga saya beserta orang-orang terdekat selalu mendukung dan memotivasi saya sejak kecil agar bisa meraih cita-cita saya sebagai pemain sepak bola profesional,” ungkap Harlan.
Andy Setyo turut membagikan rintangan yang didapatkannya untuk bisa menjadi pemain profesional. “Awalnya orang tua sempat ragu ketika saya bilang pengen jadi pemain bola, lalu akhirnya saya bisa membuktikan niat saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang,” ucapnya.
Acara persembahan klub ini semakin bermakna berkat sesi pembacaan surat harapan manis yang dihasilkan oleh komunitas Brajamolek beserta Maident Donna dalam lokakarya sebelumnya. Anak-anak panti terlihat sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir.
