
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Ze Valente mencatatkan pencapaian istimewa saat PSIM Jogja menghadapi PSBS Biak pada 29 Desember 2025 lalu di Stadion Sultan Agung, Bantul. Gelandang andalan Laskar Mataram ini genap memainkan pertandingan ke-100 di Liga Indonesia, Super League.
Angka tersebut bukan sekadar statistik biasa bagi pemain asing yang berkarier di Tanah Air. Ze merasa bangga bisa bertahan lama dalam kompetisi yang menurutnya menuntut standar tinggi setiap pekannya.
“Itu hanya sebuah angka, tapi saya pikir di liga seperti Indonesia, memainkan 100 pertandingan selalu terasa spesial karena ini bukan liga yang mudah untuk bisa bertahan selama itu,” ujar Ze.
Rahasia di Balik Konsistensi
Pemain asal Portugal ini menyadari betul ketatnya persaingan untuk mengamankan tempat utama di dalam tim. Ia harus terus membuktikan kualitasnya di atas lapangan agar tidak tergeser oleh nama-nama baru.
“Kami sangat bergantung pada performa; jika Anda tidak tampil baik, Anda akan diganti. Jadi saya percaya angka ini menunjukkan seberapa besar dedikasi saya pada sepak bola,” ungkap Ze.
Dirinya lantas membeberkan kunci utama agar bisa awet berkarier di kompetisi Liga Indonesia. “Kondisi fisik prima, kualitas teknik, dan konsistensi adalah hal tersulit. Anda tidak akan bertahan di Indonesia jika tidak memahami ketiga pilar ini,” tambahnya.
Motivasi terbesar Ze untuk tampil maksimal ternyata datang dari pesan sang ayah sejak ia masih belia. Pesan tersebut selalu ia ingat setiap kali melangkah ke lapangan hijau pada hari pertandingan.
Ze menuturkan, “Sejak saya masih sangat muda, ayah saya berkata, satu-satunya cara kamu bisa mengubah hidupmu adalah dengan membuat perbedaan di hari Minggu atau hari pertandingan.”
Pemain kelahiran 14 Mei 1994 tersebut menyetujui hal tersebut dan mengatakan, “Tidak ada yang peduli soal latihan untuk menjaga kebugaran. Anda harus melakukan itu untuk diri sendiri. Dan di hari pertandingan; saat itulah mereka akan menilai Anda.”
Target Ze Selanjutnya
Ze juga memiliki pandangan unik mengenai tekanan dari suporter maupun manajemen. Ia memilih untuk tetap rileks dan menikmati setiap momen pertandingan layaknya seorang anak kecil.
“Saya menghargai hal itu (tekanan).Dan saya akan tetap menjadi orang yang sama, menikmati sepak bola layaknya seorang anak kecil, atau setidaknya mencoba untuk itu,” ungkapnya.
Fokus utamanya kini adalah membantu PSIM Jogja bertahan di Super League. “Target saya adalah mempertahankan PSIM di kasta tertinggi, itu sangat jelas bagi saya,” tegas Ze.
“Saya ingin mencapai sebanyak mungkin selama saya merasa dihargai di sini. Jadi mari kita lihat apa yang terjadi tahun demi tahun. Tapi jika saya bisa mencapai angka 200 pertandingan di liga ini, saya akan sangat senang,” pungkasnya.
