
PAMEKASAN, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja sukses mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Madura United FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (10/1), pukul 19.00 WIB.
Meski bermain di depan ribuan suporter Laskar Sape Kerrab yang tengah merayakan ulang tahun ke-10 Madura United FC, Laskar Mataram berhasil menang telak dengan skor 0-3 berkat dua gol Fahreza Sudin dan satu gol Franco Ramos Mingo.
Jalannya Pertandingan
Laga babak pertama antara PSIM dan Madura United berjalan sengit. Kedua tim saling jual beli serangan, tetapi tak satupun berhasil membuahkan gol sampai turun minum.
Madura United sempat kehilangan salah satu pemainnya pada akhir babak pertama. Nur Diansyah mendapat kartu merah (‘45) setelah dianggap sengaja melanggar Pulga Vidal.
Gol akhirnya tercipta untuk Laskar Mataram lewat Fahreza Sudin (‘58) yang berhasil menuntaskan bola rebound dari Nermin Haljeta. Tak berselang lama, Franco Ramos Mingo mampu menggandakan keunggulan PSIM lewat sundulan dari bola sepak pojok (‘63).
Fahreza kembali memantapkan kemenangan PSIM lewat gol keduanya dalam laga ini pada menit ke-66. Skor 0-3 bertahan sampai akhir laga.
Meski menang, PSIM juga harus bermain dengan 10 orang karena Franco Ramos mendapat kartu merah menit ke-73. Menjelang akhir laga (‘90+1), Madura mendapat kartu merah kedua untuk kipernya, Miswar Saputra Nurdin.
Keuntungan dari Kartu Merah
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menyebut kartu merah mengubah dinamika permainan secara drastis sepanjang 90 menit.
“Saya pikir kartu merah sangat memengaruhi jalannya pertandingan, dan saya rasa kami mendapatkan keuntungan dari dua kartu merah Madura tadi,” ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, Fahreza Sudin mengakui kerja keras seluruh pemain menjadi kunci utama dalam mengamankan kemenangan tandang ini.
“Dari sisi pemain, kami bekerja keras. Alhamdulillah kami bisa mengambil tiga poin dari kesalahan Madura karena kartu merah,” ungkapnya.
Kebahagiaan Fahreza bertambah karena ia sukses menjawab kepercayaan pelatih lewat kontribusi golnya bagi tim. Ia merasa momen ini adalah buah dari kesabaran dan kerja kolektif seluruh elemen tim.
“Perasaan saya bahagia sekali. Pelatih sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk bermain dan saya bisa mencetak gol buat tim. Tidak ada kunci khusus, bersyukur saja,” tutup Fahreza.
