
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja kembali menyelenggarakan agenda PSIM Goes to Campus (GTC) Chapter UGM Volume 2. Acara berlangsung cukup ramai di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada pada Minggu (17/5) pagi.
Peserta kegiatan meliputi mahasiswa dari seluruh fakultas serta perwakilan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan komunitas se-UGM. Program kolaboratif tersebut mengusung tema ‘Event and Fundraising’ guna membekali generasi muda ilmu manajemen industri olahraga.
Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, hadir langsung memaparkan materi mengenai strategi pengelolaan acara. Ia mengungkapkan “Melihat dinamika saat ini, Indonesia membutuhkan lebih banyak profesional yang tidak hanya memiliki passion (keinginan), tetapi juga purpose (tujuan).”
Industri profesional tidak hanya menuntut keterampilan teknis saja, tetapi juga karakter kepribadian yang tangguh bagi individu yang ingin terjun ke dalamnya.
“Kita sungguh memerlukan individu dengan keterampilan dan pendidikan yang kuat, mindset kepemimpinan, serta integritas yang selalu dijunjung tinggi. Karena kemajuan bangsa dibangun oleh orang-orang yang kompeten dan berkarakter,” jelas sosok yang akrab disapa Liana itu.
Edukasi Strategis Industri Olahraga
Acara GTC Vol. 2 UGM ini juga didukung penuh oleh beberapa sponsor, yakni Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan Vidio. Manajemen turut menghadirkan sesi ‘Meet and Greet by Rexona’ yang memberi ruang kepada peserta acara untuk bisa bercengkrama langsung dengan direktur utama PSIM tersebut.
Peserta acara antusias untuk berdiskusi langsung terkait topik ‘Event and Fundraising’. Manajemen bersama sponsor juga memberi apresiasi kepada para peserta yang aktif, berupa jersey PSIM musim 2025/26 dan beberapa hadiah menarik lainnya.
Dalam sesi diskusi, Liana memaparkan filosofi dasar mengenai hubungan kerja sama berkelanjutan antara penyelenggara acara dengan mitra strategis. Menurutnya, fundraising bukan hanya sekadar pencarian dana semata.
“Bila kita mendalami manajemen sebuah program secara utuh, dalam sebuah acara, fundraising bukan hanya soal mencari sponsor atau dana,” tuturnya.
Ia menjelaskan, “Demi menunjang target sasaran, pihak sponsor sebenarnya membeli lima hal utama: Trust (kepercayaan), audience (audiens), community (komunitas), storytelling (cara bercerita), dan emotional association (asosiasi emosional).”
Liana menutup acara pagi itu dengan harapan besar bagi para calon profesional di masa depan.
“Semoga setelah kita berbagi dan berdiskusi hari ini, kita tidak bosan untuk terus belajar menjadi seseorang yang benar-benar profesional di masa depan. Mari memulai hal itu dari sekarang. Kita tidak hanya bekerja dengan passion, tapi juga purpose,” tutupnya.
