PSIM Jogja harus menelan pil pahit saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1).

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.IDPSIM Jogja harus menelan pil pahit saat menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1). Laskar Mataram takluk dengan skor telak 0-3 di hadapan 7.405 pendukung yang memadati stadion.

Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi penting bagi tim asuhan Jean-Paul Van Gastel. PSIM sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit, meski akhirnya harus mengakui keunggulan tim tamu.

Jalannya Pertandingan

Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-35 melalui tandukan Paulo Gali Freitas. Gol ini bertahan hingga turun minum meski PSIM mencoba merespons ketertinggalan dengan berbagai upaya serangan.

Babak kedua menjadi petaka bagi PSIM karena gawang Laksar Mataram kembali bobol dua kali. Bruno Pereira mencetak gol pada menit ke-71 disusul aksi Rachmat irianto pada menit ke-84.

Van Gastel menilai anak asuhnya bermain cukup solid pada paruh pertama laga. Ia menyoroti kesalahan posisi pemain saat gol pembuka Persebaya terjadi.

“Saya rasa di babak pertama kami bermain cukup bagus dan kami tahu bahwa Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan. Saya rasa pada gol pertama posisi kami tidak bagus,” ujarnya. 

Situasi tertinggal memaksa PSIM bermain lebih terbuka untuk mencari gol penyeimbang di babak kedua. Risiko taktis ini justru dimanfaatkan lawan untuk menambah pundi-pundi gol lewat serangan balik.

“Setelah kami ketinggalan dua gol maka kami memutuskan untuk mengambil risiko untuk bermain lebih terbuka lagi. Otomatis peluang bagi Persebaya menjadi lebih banyak,” lanjut pelatih asal Belanda tersebut.

Krisis Lini Belakang

Laskar Mataram mengalami krisis bek tengah menjelang akhir pertandingan akibat masalah fisik pemain. Andy Setyo dan Rendra Teddy harus ditarik keluar lapangan karena mengalami kram otot.

Kondisi ini memaksa pelatih memutar otak dengan menempatkan pemain di posisi yang bukan aslinya. Keputusan tersebut diambil karena ketersediaan stok pemain bertahan yang sangat terbatas.

“Kami akhiri laga dengan Rahmatsho dan Rio sebagai bek tengah, tapi itu keputusan yang kami ambil hari ini. Andy Setyo membuktikan bahwasanya ketika tim butuh, dia siap,” jelas Van Gastel.

Andi Setyo mengakui hasil akhir pertandingan ini jauh dari harapan seluruh pemain. Ia menjadikan kekalahan kali ini sebagai bahan pembelajaran untuk tampil lebih baik pada laga selanjutnya.

“Kalau dari saya tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Ini cukup jadi pembelajaran buat kami untuk lebih baik ke depan,” pungkas Andy.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *