
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja berhasil mengamankan poin penuh saat menjamu Semen Padang FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (4/1) sore. Laskar Mataram menutup laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan tuan rumah dicetak oleh Ze Valente pada babak kedua, melalui tendangan penalti. Kemenangan ini menjadi hasil positif bagi skuad asuhan pelatih kepala Jean-Paul Van Gastel setelah dalam dua laga terakhir mendapat hasil imbang.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal babak pertama. Kedua tim saling jual beli serangan. Akan tetapi, disiplinnya lini pertahanan membuat gol sulit tercipta. Hingga peluit turun minum berbunyi, skor kacamata masih menghiasi papan skor.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan saat memasuki babak kedua pertandingan. PSIM berhasil mendapatkan keuntungan penalti, setelah terjadi pelanggaran oleh pemain Semen Padang, ketika tendangan pojok milik Laskar Mataram berlangsung.
Gelandang andalan PSIM, Ze Valente, berhasil mengeksekusi tendangan penalti (‘64) dan mengubah skor sementara menjadi 1-0.
Semen Padang sempat berupaya keras untuk menyamakan kedudukan di sisa waktu pertandingan, tetapi tak juga membuahkan hasil. Skor 1-0 untuk kemenangan PSIM bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Evaluasi Penyelesaian Akhir
Van Gastel mengakui bahwa pertandingan berjalan sangat alot karena lawan menerapkan garis pertahanan rendah. Strategi bertahan total dari tim tamu membuat Laskar Mataram harus bekerja ekstra keras untuk membongkar lini belakang lawan.
“Ini adalah pertandingan yang sangat sulit melawan musuh yang sedang berjuang untuk bertahan di liga tertinggi. Mereka bertahan sangat dalam dan itu sulit bagi kami untuk dikalahkan,” ungkapnya.
Meski meraih kemenangan, juru taktik asal Belanda tersebut memberikan catatan khusus mengenai efisiensi peluang di depan gawang.
“Pertama-tama bagi saya ini soal teknik menembak ke gawang. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran (on target). Saya rasa, kami harus berbenah di bagian itu,” ujarnya.
Van Gastel melanjutkan, “Kami melatih ini dalam latihan. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran karena jika tidak gol, mungkin ada bola rebound atau scrimmage (perebutan bola di depan gawang).”
Senada dengan sang pelatih, pemain PSIM Jogja, Rio Hardiawan, merasakan beratnya tekanan dalam pertandingan tersebut. Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya datang dari lawan, tetapi juga dari diri sendiri.
“Saya rasa pertandingan tadi cukup berat bagi kami. Menurut saya, tadi bukan hanya tentang melawan Semen Padang, tetapi melawan diri kami sendiri untuk tampil lebih baik dan mencari momen mencetak gol,” tuturnya.
