
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Suasana libur pergantian tahun tidak berlaku bagi skuad PSIM Jogja. Para penggawa Laskar Mataram tetap menggelar sesi latihan intensif di awal tahun 2026 ini.
Keputusan tersebut diambil manajemen mengingat jadwal kompetisi domestik sedang sangat padat. Tim kebanggaan warga Yogyakarta ini harus bersiap menjamu Semen Padang FC pada 4 Januari 2026 mendatang di Stadion Sultan Agung, Bantul, dalam lanjutan BRI Super League 2025/26.
Manajer PSIM Jogja, Razzi Taruna, menjelaskan alasan mendasar di balik hal ini. “Memang jadwal liga saat ini cukup ketat. Kami akan melakoni pertandingan melawan Semen Padang pada tanggal 4 Januari,” ujarnya.
Mempersiapkan Laga Lawan Semen Padang
Situasi ini menuntut fokus ekstra karena masa pemulihan fisik pemain tergolong singkat.Jeda antara laga terakhir, melawan PSBS Biak (29/12/2025) dengan pertandingan selanjutnya (4/1/2026) hanya berjarak kurang dari sepekan.
“Masa pemulihan singkat adalah konsekuensi dari jadwal kompetisi. Kami berharap laga melawan Semen Padang nanti bisa menjadi titik balik bagi tim,” ungkap Razzi.
Razzi menegaskan bahwa seluruh elemen tim memiliki satu tujuan sama untuk meraih kemenangan. Kerja keras di hari libur menjadi bukti keseriusan manajemen dalam membenahi performa.
“Walaupun sedang libur tahun baru kami tetap berlatih. Kami ingin mempersiapkan diri semaksimal mungkin,” tuturnya..
Kewaspadaan terhadap kekuatan lawan tetap menjadi prioritas utama. Razzi enggan menganggap enteng kekuatan tim Semen Padang, meski secara klasemen, PSIM lebih unggul.
“Secara peringkat Semen Padang mungkin bukan terbaik saat ini. Tapi kita bisa bercermin dari pertandingan mereka melawan PSBS Biak kemarin. Secara klasemen memang PSIM lebih baik, tapi kemarin kita juga sempat kesulitan melawan mereka,” jelasnya.
Menurut Razzi, setiap tim di kompetisi BRI Super League 2025/26 memiliki potensi memberikan kejutan di setiap pertandingan. Oleh karena itu, persiapan matang menjadi kunci untuk mengamankan poin penuh dalam laga besok.
“Semen Padang adalah tim baik dan bisa menjadi ancaman serius. Tidak ada persiapan khusus karena kami mempersiapkan tim sama seperti pertandingan lainnya,” tutup Razzi.
