PSIM Jogja melanjutkan rangkaian program PSIM Goes to Campus dengan mengunjungi Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (15/4).

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja melanjutkan rangkaian program PSIM Goes to Campus dengan mengunjungi Student Center FEB Universitas Indonesia (UI) pada Rabu (15/4). Agenda bertajuk Kuliah Umum Sport Industry ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, hingga tenaga pendidik dari berbagai fakultas.

Beberapa sponsor juga turut andil dalam menyukseskan acara ini. Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, Vidio.com, dan Lapak Gaming saling berkolaborasi untuk mendukung lancarnya agenda PSIM Goes to Campus Chapter UI.

Diskusi ini menghadirkan Yuliana Tasno sebagai Direktur Utama PSIM Jogja dan Harryadin Mahardika selaku Owner Hangtuah Basketball. Kehadiran John Slover dari US Department of State juga menambah perspektif diplomasi publik internasional dalam industri olahraga.

Dalam sesi pemaparan, sosok perempuan yang kerap disapa Liana tersebut menekankan bahwa sektor sepak bola saat ini telah berkembang menjadi ekosistem bisnis yang kompleks. Peluang karier bagi generasi muda kini tidak lagi terbatas pada aspek teknis di dalam lapangan hijau.

“Industri sepak bola dan olahraga membuka ruang yang luas, tidak hanya di lapangan, tetapi juga di balik layar,” ungkap Liana.

Ia menambahkan, “Banyak peluang karier lain, seperti manajemen FAT (Finance, Accountan, and Tax), bussiness commercial, legal, government relations, media, dan masih banyak yang lain.”

Ekosistem Bisnis dan Manajerial Masa Depan

Liana juga menjelaskan bahwa kebutuhan berbagai posisi di atas dapat ditentukan oleh sumber daya manusia yang ada. Ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama agar industri olahraga nasional dapat terus bersaing secara global.

“Mahasiswa dan mahasiswi ini adalah bibit talenta yang akan mengisi berbagai lini di industri olahraga ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Edward Tanujaya selaku moderator sekaligus perwakilan FEB UI menilai sektor ini memiliki daya tahan yang sangat kuat. Ia memprediksi pertumbuhan industri olahraga akan terus meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat dan nilai komersialnya.

“Industri olahraga merupakan salah satu sektor yang tidak lekang oleh waktu,” kata Edward.

Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen olahraga sangat diperlukan agar para lulusan perguruan tinggi bisa menangkap peluang tersebut. Hal ini sejalan dengan meningkatnya berbagai lini pekerjaan baru yang sebelumnya tidak tersentuh dalam manajemen klub konvensional.

“Justru ke depan, industri ini diprediksi akan terus tumbuh dan membuka semakin banyak peluang karir,” jelas Edward.

Acara ini berlangsung dengan meriah dan dipenuhi antusiasme dari para mahasiswa. Selain mendapatkan ilmu, para peserta yang aktif juga membawa pulang berbagai bingkisan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *