PSIM Jogja resmi mengorbitkan penjaga gawang muda dari skuad EPA U-16 musim 2025/26 menuju tim senior musim depan, bernama Athaullah Daib.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja resmi mengorbitkan penjaga gawang muda dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U-16 musim 2025/26 menuju tim senior musim depan, bernama Athaullah Daib. Pemain ini mendapat kesempatan satu musim penuh untuk bergabung dan berlatih bersama tim senior.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menyambut gembira kehadiran talenta berusia 16 tahun tersebut di lapangan. Juru taktik asal Belanda ini memiliki rekam jejak panjang membina pesepakbola muda di Akademi Feyenoord Rotterdam.

Ia menceritakan, “Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya.”

Pelatih kiper PSIM Jogja, Mario Capece, memberikan porsi latihan khusus kepada Daib selama masa observasi tim pelatih. “Tim pelatih merekomendasikannya kepada kami. Kemudian, Mario melatihnya secara khusus dan saya sempat memantau beberapa kali. Saya melihat anak ini memiliki potensi yang sangat besar,” tambah Van Gastel.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut, promosi Daib menuju skuad utama merupakan sinyal positif bagi klub terkait perkembangan usia muda.

“Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan yang cerah di klub ini. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lainnya yang dapat kami promosikan ke tim Utama,” tegasnya.

Wujudkan Mimpi Pemuda Asli Gunungkidul

Promosi menuju skuad utama Laskar Mataram membawa kebanggaan tersendiri bagi pemuda kelahiran 9 April 2010 ini. Pelajar kelas sebelas SMA Negeri 2 Playen tersebut merasa bersyukur atas pencapaiannya saat ini.

Daib memandang promosi ini sebagai hasil jerih payahnya selama menimba ilmu di akademi PSIM Jogja. “Pertama-tama, saya mengucapkan alhamdulillah karena sudah bisa masuk ke dalam tim senior pada usia 16 tahun ini,” ujarnya.

Pemuda asli Gunungkidul tersebut menganggap kesempatan berharga ini sebagai wujud nyata dari impiannya di masa kecil.

Pemain yang mengidolakan Thibaut Courtois tersebut menuturkan, “Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi. Saya sering bermimpi bisa bermain di tim senior, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut sudah menjadi kenyataan.”

Berlatih bersama sosok lebih senior serta pelatih asal Benua Biru memberikan banyak pelajaran berharga. “Bagi saya pribadi, saya cukup senang bisa dilatih oleh pelatih asing asal Eropa yang membawa budaya sepak bola Eropa ke Indonesia,” ucap Daib.

Pengalaman bertanding ke Swedia bersama Tim Barati pada 2023 lalu makin memacu semangatnya mengejar target level tinggi. “Iya, kalau target untuk masuk tim nasional itu pasti ada,” tambahnya.

Meski didaftarkan untuk tim senior, Daib menegaskan bahwa dirinya tetap bisa bermain untuk tim kelompok umur apabila dibutuhkan. “Saya didaftarkan di tim senior, tetapi tetap bisa bermain untuk tim EPA juga,” tegasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *