
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Laskar Mataram gelar laga uji coba yang kedua pada pra-musim 2026/27 pada Sabtu (8/8) sore di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS). Uji coba kali ini mempertemukan PSIM Jogja dengan tim local, UAD FC (Universitas Ahmad Dahlan Football Club).
Pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel menyampaikan evaluasi perkembangan tim usai melakoni dua laga uji coba, setelah sebelumnya menghadapi Beta Jaya seminggu yang lalu, sabtu (1/8), di tempat yang sama.
“Babak pertama kurang bagus. Menurut saya, keputusan di lapangan masih buruk. Di babak kedua, intensitas permainan lebih tinggi dan pengambilan keputusan jauh lebih baik,” ujarnya.
Laskar Mataram mampu tampil lebih menekan dan menciptakan sejumlah peluang berharga pada paruh kedua. Perubahan strategi dan instruksi pelatih membuat arah permainan tim menjadi lebih baik.
“Kami bisa mencetak lebih banyak gol, yang sebenarnya bukan poin utamanya. Cara bermain yang kami inginkan jauh lebih terlihat pada babak kedua daripada babak pertama,” tegas pelatih berpaspor Belanda itu.
Fokus Fisik dan Pemahaman Taktik
Pertandingan persahabatan ini menjadi tolok ukur kesiapan fisik serta pemahaman taktik para pemain. Dua laga uji coba yang sudah dilalui memberikan gambaran awal bagi tim pelatih untuk mengevaluasi kekuatan skuad. Meski demikian, level persaingan sesungguhnya akan diuji pada pekan-pekan mendatang.
“Lawan yang dihadapi belum begitu kuat, jadi sulit untuk menilai. Mulai minggu depan kami akan menghadapi tim-tim Liga 1, sehingga perlawanannya akan jauh lebih kuat,” ungkap Van Gastel.
Uji coba tanding melawan tim dari level bawah sengaja dirancang untuk membangun pondasi fisik serta mengasah pola permainan dasar. Tahapan ini menjadi modal penting sebelum memasuki fase persiapan yang lebih berat.
Mantan juru taktik NAC Breda tersebut menjelaskan, “Saat ini fokus kami lebih pada bagian fisik dan cara bermain melawan lawan di level bawah agar bisa melatih skema yang diinginkan. Fisik masih harus ditingkatkan, begitu pula cara bermain kami.”
Laga persahabatan ini juga menjadi panggung adaptasi bagi deretan penggawa anyar yang baru bergabung dengan tim. Tiga pemain asing mendapatkan menit bermain dan perhatian khusus dari staf kepelatihan.
“Marvin datang terlambat, jadi dia baru mulai minggu ini dan belum saya turunkan karena perjalanannya masih panjang. Dalmau dan Mauro masing-masing bermain selama 45 menit,” tandas Van Gastel.
