PSIM Jogja menggelar sesi latihan bersama Garudayaksa FC pada Selasa (25/8) mulai pukul 15.30 WIB bertempat di Lapangan YIS.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja menggelar sesi latihan bersama Garudayaksa FC pada Selasa (25/8) mulai pukul 15.30 WIB bertempat di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS). Pertandingan tersebut berlangsung dalam format waktu normal empat puluh lima menit dikali dua babak persis laga resmi.

Pelatih kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menyoroti banyak aspek evaluasi pascapertandingan ini. Juru taktik asal Belanda tersebut mengingatkan kembali fungsi laga pramusim bagi keseluruhan anggota tim asuhannya.

Ia menjelaskan, “Pada dasarnya, setiap laga persahabatan bertujuan agar para pemain dapat tampil selama 90 menit, mengasah stamina fisik, dan mencoba menerapkan skema permainan yang kami inginkan.”

Pelatih kelahiran Kota Breda ini menegaskan bahwa strategi yang mereka terapkan tidak jauh berbeda dengan beberapa laga yang sudah dijalani sebelumnya.

“Tidak ada, strateginya tetap sama. Strateginya sama saja. Hanya saja, seperti yang sudah saya sampaikan, tujuan laga persahabatan selalu serupa,” ungkapnya.

Meski hasil laga kali ini cukup baik, Van Gastel menyoroti satu hal. “Namun, hal yang paling penting bagi saya, dan menurut saya beberapa pemain mulai melupakannya, adalah saya harus memilih tim utama,” ujarnya.

Daya Saing Internal Pemain

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini merasa bahwa intensitas kompetisi sehat di dalam internal skuadnya belakangan ini menurun. Ia lantas menegaskan, “Secara keseluruhan, saya merasa beberapa pemain justru memudahkan saya dalam menentukan pilihan tersebut, dan hal itulah yang sedikit mengkhawatirkan saya.”

Ia menjelaskan, “Namun, ada satu hal yang belum saya sebutkan dan tampaknya belum disadari oleh beberapa pemain, saya harus menyusun skuad. Akan tetapi, terkadang saya merasa mereka membuat keputusan saya menjadi sangat mudah. Jadi, ada kekurangan, yaitu kurangnya daya saing di antara sesama pemain.”

Mantan juru taktik FC Besiktas tersebut berharap mentalitas setiap pemain bisa meningkat dibarengi dengan kedisiplinan di lapangan karena kompetisi resmi akan segera bergulir. “Banyak sekali yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *