Manajemen PSIM Jogja telah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel setelah 16 bulan masa kepelatihan.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID — Manajemen PSIM Jogja telah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel setelah 16 bulan masa kepelatihan. Kepastian ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno melalui konferensi pers yang digelar pada Sabtu (17/10) di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta.

Konferensi pers ini digelar menyusul performa dan hasil kurang baik yang diraih skuad PSIM Jogja dalam beberapa laga terakhir. Dalam acara ini, hadir pula Wakil Wali Kota Yogyakarta, Kapolres Kota Yogyakarta, Manajer Tim PSIM Jogja, serta perwakilan suporter PSIM Jogja.

Dalam konferensi pers ini, sosok yang kerap disapa Liana tersebut menyampaikan sikap manajemen terhadap beberapa hal terkait skuad Laskar Mataram.

Liana mewakili manajemen menuturkan permohonan maaf atas performa tim yang belum dapat memenuhi harapan dan keinginan para pendukung PSIM Jogja. Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa manajemen telah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel.

“Menanggapi situasi yang ada, tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM. Oleh sebab itu, saya dan manajemen PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Head Coach JP (Jean-Paul),” tuturnya.

Penunjukan Pelatih Sementara

Dirinya juga mengonfirmasi bahwa pengakhiran kerja sama hanya dilakukan untuk kursi pelatih kepala. Manajemen tetap mempertahankan staf kepelatihan dengan pemantauan rutin terkait kinerja mereka.

“Terkait supporting team dari coach Jean-Paul, seperti pelatih fisik dan pelatih kiper, kami tidak mengambil tindakan pengakhiran kerja sama. Keputusan ini khusus berlaku untuk pelatih kepala saja. sedangkan jajaran staf kepelatihan lainnya tetap kita pertahankan sembari terus dievaluasi kinerjanya di lapangan,” ujarnya.

Terkait posisi pelatih kepala, asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai pelatih sementara (caretaker). Saat ini, manajemen tengah berupaya cepat untuk mencari pengganti pelatih kepala sesuai dengan regulasi liga.

“Untuk posisi caretaker, kami menunjuk Coach Guntur bersama tim analis untuk memimpin tim sementara waktu. Kami juga akan bekerja cepat dalam kurun waktu di bawah satu bulan untuk mendapatkan pelatih kepala yang baru sesuai batas maksimal regulasi, yakni satu bulan,” jelas Liana

Tek lupa, ia memohon dukungan dari semua pihak untuk terus mendukung upaya manajemen agar proses pencarian pelatih baru dapat berjalan lancar. “Kami mohon dukungan semua pihak agar kami dapat segera merekrut pelatih kepala yang baru.” pungkasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *