Skuad PSIM Jogja mengadakan sesi gim internal pada hari Sabtu (3/10) pagi di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS).

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Skuad PSIM Jogja mengadakan sesi gim internal pada hari Sabtu (3/10) pagi di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS). Seluruh pemain Laskar Mataram terbagi menjadi dua tim untuk bertanding layaknya laga resmi selama 90 menit penuh dengan dipimpin seorang wasit.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, memantau langsung kondisi fisik anak asuhnya melalui pertandingan internal tim ini. “Bagi saya, sangat penting melihat semua pemain bermain selama 90 menit penuh,” ujar juru taktik asal Belanda tersebut.

Jeda kompetisi cukup lama membuat tim pelatih harus cermat menyusun program latihan fisik. Tujuan utama sesi ini berfokus pada pemulihan sentuhan bola para pemain di lapangan. 

“Terutama karena ada jeda tiga minggu; kita memiliki waktu libur satu minggu, dan minggu ini kita kembali berlatih. Sangat penting untuk mengembalikan ritme permainan,” tuturnya.

Komposisi Tim Seimbang

Pertandingan antarpemain satu tim ini menjadi panggung pembuktian bagi para pemain yang belum banyak mendapatkan menit bermain di laga resmi. “Selain itu, bagi para pemain yang mendapatkan menit bermain lebih sedikit, kesempatan bermain selama 90 menit ini juga sangat penting,” sebutnya.

Van Gastel memuji dedikasi seluruh anggota tim ketika laga berlangsung. Menurutnya, semua pemain berlomba untuk menunjukkan kerja kerasnya untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.

“Hal yang saya apresiasi dari pertandingan hari ini adalah kerja keras fisik yang mereka lakukan, serta kemauan mereka untuk berjuang demi tim,” ucapnya.

Pembagian kedua kubu dilakukan secara teliti agar kekuatan masing-masing tim setara. Staf pelatih sengaja memadukan nama-nama tertentu dalam satu kelompok supaya kekompakan antarlini makin solid.

“Saya hanya mencoba membentuk dua tim yang seimbang. Beberapa pemain memang sudah terbiasa bermain bersama, sehingga kami menyusun dua komposisi tim yang berbeda tersebut,” paparnya.

Mantan pemain Feyenoord tersebut menjelaskan bahwa hasil simulasi laga ini bisa menjadi salah satu bahan acuan penentuan formasi utama pada pertandingan resmi terdekat, melawan Persija (10/10). 

“Hal itu bergantung pada perkembangan tim pada minggu ini. Namun bagi saya, minggu-minggu ini dan bulan-bulan mendatang adalah murni tentang kemauan. Kemauan untuk berkorban dan berjuang keras demi tim,” pungkasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *