PSIM kembali mengukur progres para pemainnya lewat laga uji tanding kontra Diklat Merden Indonesia, tim asal Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai rangkaian persiapan menghadapi kompetisi Liga 2.

Laga berlangsung di Stadion Mandala Krida, Rabu (15/9) sore, dimenangkan PSIM dengan skor 4-0.

Pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro langsung menurunkan komposisi pemain senior dalam laga uji tanding kali ini.

Sejak peluit dibunyikan, Laskar Mataram langsung tampil menyerang. Heru Setyawan membuka gol PSIM melalui sundulan pada menit 14’, setelah menerima umpan lambung dari Taufik Hidayat.

Aditya Putra Dewa menambah gol PSIM melalui tendangan bebas, setelah Imam Witoyo dijatuhkan di dekat kotak penalti. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Laskar Mataram tidak mengendorkan serangan. Beny Wahyudi menambah keunggulan melalui tendangan kaki kirinya di menit 64’. Kemudian Ahmad Ihwan mengunci kemenangan Laskar Mataram 4-0, menit 79’.

Bonggo Pribadi, asisten pelatih PSIM, mengatakan jika pertandingan ini sebagai ajang merotasi para pemain agar terbiasa bermain dengan siapa saja di dalam tim.

“Jadi kami memang membutuhkan uji tanding-uji tanding seperti ini untuk tetap mengevaluasi. Tapi, sejauh ini dari pelatih, evaluasi terus dilakukan tanpa melihat kualitas lawannya siapa, tapi yang kami lihat tim kami. Pada pertandingan sengaja kami rotasi lagi, supaya pemain bermain dengan siapa pun harus terbiasa. Karena di dalam kompetisi nanti kita tidak tahu jika ada salah satu pemain yang cedera atau akumulasi kartu”, ungkap Bonggo.

Bonggo menambahkan untuk progres tim semakin hari semakin baik menjelang bergulirnya kompetisi.

“Progres bagus, secara umum baik, chemistry satu sama lain sudah mulai terjalin dan sudah mulai ada peningkatan”, tandas Bonggo.

Beny Wahyudi, pemain belakang PSIM, turut memberikan komentar tentang uji tanding ini. Menurutnya, tim masih harus melakukan perbaikan jelang Liga 2 dimulai.

“Dari segi hasil bagus. Karena menjelang kompetisi kami butuh kepercayaan diri untuk memenangkan setiap pertandingan. Tapi dari segi permainan, masih banyak yang perlu dibenahi. Seperti transisi, kualitas passing, dan terutama finishing”, terang Beny.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *