
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan PSM Makassar dengan skor akhir 1-2 dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/26. Pertandingan yang berlangsung pada Jumat (10/4) sore ini digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, merasa heran atas hasil akhir pertandingan sore itu. Ia menyatakan, “Saya pikir ini adalah sebuah keajaiban bahwa kita kalah dalam pertandingan ini. Saya rasa secara keseluruhan kita adalah tim yang lebih baik (dalam laga ini).”
Ia menambahkan, “Sepak bola terkadang tidak adil, tetapi di sisi lain, kita terus melakukan kesalahan sama. Dua gol bersarang di gawang kita kembali merupakan pengulangan dari musim ini, dan sepertinya tidak ada perkembangan dalam masalah tersebut. Kita harus terus maju, tetapi sesuatu harus berubah.”
Evaluasi Total Skema Bola Mati
Juru taktik asal Belanda tersebut kembali memberikan evaluasi terkait skema antisipasi bola mati yang dieksekusi oleh lawan. “Kita kalah dua kali berturut-turut melalui bola mati. Saya pikir lebih dari 50 persen kebobolan kita berasal dari bola mati,” ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut perlu segera diperbaiki demi memperbaiki performa tim di sisa musim ini. “Saya pikir hal itu akan berlanjut di sisa musim ini apabila kita tidak segera memperbaiki untuk bertahan menghadapi bola mati,” imbuh Van Gastel.
Selain antisipasi bola mati, ia juga memberi evaluasi terkait pengambilan keputusan para pemain di sepertiga akhir lapangan. “Keputusan di sepertiga akhir lapangan masih perlu perbaikan. Ya, saya setuju tentang itu,” ungkapnya.
Penyerang PSIM Jogja, Deri Corfe, merasakan kekecewaan mendalam serupa dengan pelatihnya atas hasil laga kandang ini. Penggawa bernomor punggung tujuh tersebut mengatakan, “Ya, persis seperti ucapan pelatih. Sejujurnya ini adalah sebuah keajaiban kita tidak memenangkan pertandingan itu.”
Corfe mengajak seluruh rekan setimnya untuk segera melupakan kekalahan demi menatap laga berikutnya. Dirinya berseru, “Saya pikir kita adalah tim lebih baik, tetapi hal-hal seperti ini terjadi dalam sepak bola. Kita hanya harus berjuang lagi minggu depan,” pungkas Corfe.
