PSIM Jogja harus takluk di tangan tuan rumah Dewa United Banten FC pada laga y Jumat (3/4) malam di Banten International Stadium.

SERANG, PSIMJOGJA.ID – Skuad PSIM Jogja harus merelakan poin penuh jatuh ke tangan tuan rumah Dewa United Banten FC. Laga yang digelar pada Jumat (3/4) malam di Banten International Stadium tersebut berakhir 1-0 untuk kemenangan skuad asuhan Jan Olde Riekerink.

Laskar Mataram menekan tuan rumah sejak peluit awal dibunyikan. Berbagai serangan digencarkan untuk gawang Banten Warriors, tetapi tak satupun berbuah gol. Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, memberikan komentarnya terkait hasil laga ini.

“Sepanjang musim ini kita memiliki beberapa masalah kelengkapan penyelesaian di sepertiga akhir lapangan. Kita butuh banyak sekali peluang sebelum kita membuat satu gol sehingga hal itu menguras terlalu banyak energi,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers setelah laga.

Meski penyelesaian akhir menjadi salah satu evaluasi tim, namun Van Gastel mengapresiasi beberapa peluang berbahaya yang bisa diciptakan oleh anak asuhnya.

“Setidaknya kita telah menciptakan peluang berbahaya di kotak penalti tim musuh. Pada waktu tertentu kita harus segera membuat gol dari peluang berharga tersebut,” tambahnya.

Apresiasi Daya Juang Pemain

Laga babak kedua berjalan lebih sengit. Kedua tim saling adu serang. Namun, jalannya permainan berubah pada pertengahan babak kedua.

Wasit Candra menunjuk titik putih bagi kesebelasan Banten Warriors akibat kesalahan salah satu penggawa Laskar Mataram di area penalti. Alhasil, penalti berhasil dieksekusi dengan baik oleh Alex Martins dan mengubah skor menjadi 1-0.

“Saya tidak berdebat tentang keputusan wasit karena jika tidak setiap pertandingan kita akan terus duduk berdiskusi. Saya sama sekali tidak berdiskusi tentang masalah-masalah semacam ini,” tutur Van Gastel.

Meski skor 1-0 bertahan hingga peluit akhir dan memastikan kemenangan untuk tuan rumah, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut tetap mengapresiasi daya juang para pemain di lapangan.

“Anda selalu berharap tim asuhan Anda memiliki karakter pantang menyerah, terus berjalan, dan saling mendorong satu sama lain. Saya rasa, kami telah membuktikan (tertinggal lebih dulu, lalu menyamakan kedudukan) pada musim ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Terkadang Anda berhasil mencetak gol penentu untuk menang atau sekadar menyamakan kedudukan. Hari ini kita harus menerima nasib menderita kekalahan berdasar papan skor akhir.”

Dengan hasil ini, PSIM Jogja belum mampu menambah poin di papan klasemen sementara. Laskar Mataram harus kembali berjuang mengamankan posisi untuk lolos dari degradasi dengan memaksimalkan delapan pertandingan yang tersisa.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *