Manajemen PSIM Jogja secara resmi menyudahi kebersamaannya dengan gelandang asing asal Belanda, Donny Warmerdam.

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Manajemen PSIM Jogja resmi menyudahi kebersamaannya dengan gelandang asing asal Belanda, Donny Warmerdam, setelah satu musim membela Laskar Mataram.

Semusim bersama Laskar Mataram, sekaligus tahun pertamanya bermain untuk Liga Indonesia, kini ia kembali ke negara asalnya. Donny akan berlabuh pada klub yang pernah ia bela di kompetisi Eerste Divisie (divisi dua Liga Belanda), yakni De Graafschap.

Donny bergabung dengan PSIM pada saat kompetisi BRI Super League 2025/26 sudah bergulir, tetapi bursa transfer pemain masih dibuka. Meski demikian, pemain kelahiran 2 Januari 2002 ini baru tampil di lapangan pada paruh kedua kompetisi. Ia mengalami nasib yang kurang beruntung akibat cedera kaki fracture weber yang menimpanya pada awal musim.

Serangkaian pemulihan dilakukan, hingga akhirnya Donny berhasil debut bersama PSIM pada laga kandang melawan Bali United FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Senin (23/2) malam. Ia tampil sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 menggantikan Yusaku Yamadera.

“Musim ini tidak mudah baginya karena harus melewati masa pemulihan cedera yang cukup panjang, sejak awal kompetisi resmi dimulai,” ungkap Steven Sunny, General Manager PSIM Jogja.

Catatan Penampilan Bersama Laskar Mataram

Meski sempat menjalani pemulihan cedera yang cukup lama, pemain kelahiran Kota Sassenheim ini tampil cukup aktif sejak debut perdananya. Ia tampil dalam 11 laga paruh kedua kompetisi bersama Laskar Mataram.

Meski tidak langsung turun sebagai pemain inti, torehan statistiknya patut diapresiasi. Donny menorehkan akurasi umpan brilian dengan 361 operan sukses dari total 395 percobaan. Ia juga tangguh bertahan lewat catatan 15 kali tekel, 13 intersepsi, serta satu sapuan bola aman.

Pemain lini tengah tersebut juga rajin membantu serangan dengan melepaskan empat kali tembakan ke gawang lawan, dengan dua tembakan tercatat meluncur tepat sasaran.

“Namun, ketika kondisinya sudah membaik dan kesempatan datang untuknya, ia menunjukkan kualitasnya dengan beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi positif bagi tim,” tutur Steven.

Manajemen PSIM mengapresiasi seluruh kontribusi yang telah diberikan Donny untuk Laskar Mataram dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya bersama De Graafschap.

Steven menutup, “Kami berterima kasih atas dedikasinya dan mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya di Belanda. Donny masih muda, masa depannya masih sangat panjang.”

Momen Paling Berkesan

Pemain yang sempat menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam ini bercerita tentang momen paling berkesan selama semusim bersama Laskar Mataram.

“Penampilan perdanaku, laga comeback melawan Bali. Saat itulah pertama kalinya aku merasakan atmosfer di stadion. Selain itu, laga tandang melawan Persib juga sangat seru,” paparnya.

Dukungan luar biasa dari para suporter membuat Donny nyaman dan menikmati waktunya bersama PSIM.

“Semusim di PSIM, aku benar-benar menikmati waktuku di sana. Seandainya saja aku bisa bermain lebih banyak, karena dukungan dari para penggemar sungguh luar biasa,” ujarnya.

Ia juga berharap, “Semoga PSIM sukses di masa depan dan musim depan, dan semoga kita bisa bertemu lagi.”

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *