PSIM Jogja harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya pada laga tandang kompetisi BRI Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo.

SURABAYA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya pada laga tandang kompetisi BRI Super League 2026/27 di Stadion Gelora Bung Tomo. Pertandingan ketat pada Minggu (13/9) malam tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tim lawan.

Pelatih Kepala PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel memberikan pandangannya mengenai dinamika strategi di atas lapangan. “Babak pertama berjalan seimbang, dan saya rasa permainan berubah ketika kami mendapatkan kartu merah,” ujarnya.

Kartu merah Adrian Purzycki pada menit ke-50 memaksa Laskar Mataram berjuang dengan sepuluh pemain. “Kemudian jelas kami harus turun bertahan karena kalah jumlah satu pemain dan menghadapi banyak umpan silang,” tambahnya.

Menurut Van Gastel, barisan pertahanan telah tampil disiplin menjaga area kotak penalti meski mendapat tekanan bergelombang. “Saya rasa kami bermain dengan sangat baik, tetapi sayangnya ada satu peluang berhasil dimanfaatkan oleh Persebaya untuk mencetak gol,” ungkapnya.

“Kemudian kami berusaha menyamakan kedudukan, tetapi sayangnya hal itu tidak terjadi,” lanjut pelatih asal Belanda tersebut mengakhiri ulasan tentang jalannya laga.

Semangat Juang Pemain

Tim pelatih awalnya tidak berencana merombak susunan kesebelasan karena tim dirasa masih tampil solid meredam gempuran lawan. “Tidak, saya rasa kami bertahan dengan sangat baik dan saya pikir tidak ada kebutuhan untuk melakukan pergantian pemain,” jelas Van Gastel.

Pergantian baru dilakukan murni karena faktor kebugaran di tengah tingginya intensitas permainan. “Hanya Savio Sheva yang mengalami kram sehingga kami harus menggantinya, sementara pemain lainnya dalam kondisi bugar, bermain bagus, dan kami bertahan dengan baik,” paparnya.

“Lalu, ketika kebobolan, Anda harus berusaha untuk mencetak gol, itulah sebabnya kami memasukkan tenaga baru,” lanjut mantan kesebelasan Feyenoord tersebut.

Sementara itu, penjaga gawang Cahya Supriadi mengakui laga melawan skuad Bajul Ijo menjadi ujian berat bagi timnya. “Mungkin pertandingan ini cukup berat bagi kami, tetapi saya ucapkan selamat kepada Persebaya karena telah bermain bagus,” katanya.

Hasil kurang memuaskan di Surabaya akan menjadi bahan evaluasi skuad Laskar Mataram demi mendulang poin pada laga selanjutnya. “Ke depannya, kami akan berusaha bermain jauh lebih baik lagi,” pungkas kiper kelahiran Karawang tersebut.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *