
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja mengakhiri laga perdana BRI Super League musim ini dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu Persita Tangerang pada Sabtu (5/9). Laga pembuka ini berlangsung menarik di Stadion Sultan Agung Bantul berkat kehadiran ribuan pendukung setia Laskar Mataram.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, mengamati anak asuhnya memulai pertandingan dengan sangat gugup sehingga akurasi umpan lambung antarpemain tergolong rendah.
“Kami sangat kesulitan dalam menjaga penguasaan bola hari ini dan hal tersebut justru menjadi sebuah kelemahan tim pada sepanjang babak pertama,” ungkapnya.
Tim tamu berhasil mencuri keunggulan terlebih dahulu sesaat setelah waktu turun minum usai, akibat kelengahan koordinasi barisan pertahanan Laskar Mataram.
Van Gastel menjelaskan, “Tepat sebelum saya mengganti tiga pemain, kami mulai bermain seperti seharusnya lalu para pemain pengganti itu membawa banyak energi ke dalam lapangan.”
Perubahan taktik dari jajaran pelatih terbukti jitu ketika para pemain utama mulai ikut terpacu mengambil alih kendali permainan jelang peluit panjang.
“Secara keseluruhan kami tidak pantas kalah dari lawan dan hasil imbang ini merupakan skor akhir adil bagi kedua kubu,” papar pelatih berpaspor Belanda tersebut.
Adaptasi Cepat Pemain Baru
Gelandang rekrutan terbaru PSIM Jogja, Adrian Purzycki, menuturkan jalannya babak pertama sedikit kacau akibat seluruh pemain di lapangan masih membutuhkan waktu penyesuaian.
Adrian mengungkapkan, “Dalam pertandingan seperti ini kita harus sedikit lebih sabar karena lawan sedang menunggu kesalahan kita secara terus menerus.”
Pemain berpaspor asing tersebut merasa sangat bahagia bisa langsung mencetak gol penyelamat bagi PSIM pada penampilan debutnya.
“Semua orang di klub telah melakukan upaya terbaik agar saya dapat beradaptasi secepat mungkin dari iklim sepak bola Eropa,” ucapnya.
Adrian tetap bertekad meraih poin penuh pada pertandingan selanjutnya meski menyadari ada banyak perbedaan kondisi lapangan selama bermain di Indonesia. “Semakin sering kita berlatih bersama setiap hari, proses penyesuaian akan menjadi semakin mudah bagi saya ke depannya,” tandas Adrian.
