Pernyataan resmi PSIM Jogja atas situasi terkini.

Manajemen PSIM Jogja merespons terkait situasi terkini. Hal pertama berkaitan dengan penggunaan jersei nomor 1. Manajemen PSIM Jogja meminta maaf atas kejadian ini.

“Kami menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Brajamusti, DPP, dan seluruh laskar Brajamusti atas kejadian ini. Hal ini merupakan kelalaian dari manajemen. Kami telah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait hal ini,” ujar Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana.

Di sisi lain, ada isu kurang menyenangkan menerpa PSIM Jogja. Laskar Mataram dikaitkan dengan kasus “match fixing”. Hal ini dituduhkan kepada Manajemen PSIM Jogja. Kabar ini menguat setelah PSIM Jogja ditahan imbang oleh Malut United FC pada pertandingan Pegadaian Liga 2 2023/2024 di Stadion Mandala Krida, Sabtu (25/11).

“Kami dari manajemen sangat terbuka apabila memang benar ada bukti valid atas isu tersebut. Kami siap bersama-sama kedua wadah suporter dan pemangku kebijakan sepakbola Yogyakarta membawa permasalahan ini ke ranah hukum demi untuk menjaga nama besar PSIM Jogja. Atas nama PSIM Jogja, saya menegaskan bahwa PSIM Jogja menjujung tinggi integritas dan asas fairplay,” tegas Yuliana.

Isu itu membuat situasi belakangan menjadi tidak kondusif. Liana menambahkan ke depannya PSIM Jogja siap bekerja sama dengan seluruh pihak apabila ke depannya ada tuduhan ini.

PSIM Jogja sendiri saat ini tengah mempersiapkan tim untuk menghadapi lanjutan Pegadaian Liga 2 2023/2024.

“Saat ini fokus kami adalah membawa PSIM Jogja lolos ke Liga 1, harapannya seluruh keluarga besar PSIM Jogja dapat terus bersinergi untuk mendukung hal ini,” tutup Yuliana.

Share this :
admin
November 27, 2023
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *