
BANDAR LAMPUNG, PSIMJOGJA.ID — PSIM Jogja gagal mencuri poin dalam lawatannya ke rumah Bhayangkara FC pada Selasa (20/10) malam di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, Laskar Mataram harus mengakui keunggulan tuan rumah melalui gol semata wayang dari Moussa Sidibe.
Meski pulang tanpa poin, Caretaker PSIM Jogja, Guntur Cahyo Utomo cukup bangga dengan daya juang para pemainnya. “Apresiasi untuk pemain, meskipun bermain sepuluh orang mereka menunjukan performa, ambisi, dan komitmen yang luar biasa,” ujarnya.
Guntur juga menyebut faktor yang membuat timnya menelan kekalahan bukanlah kartu merah. Menurutnya, kekalahan tim pada laga ini berawal dari kesalahan kecil yang dilakukan timnya.
“Dua puluh menit pertama kami bermain sangat baik dan rencana berjalan, tetapi tiba-tiba kami mendapat kartu merah dan bermain sepuluh orang. Setelah itu kami masih menunjukkan perjuangan hingga babak pertama selesai. Tetapi dalam sepak bola kesalahan minor memberi hasil yang berbeda,” jelasnya.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berjalan dengan alot, kedua tim bermain dengan tensi tinggi yang membuat satu pemain dari masing-masing tim harus diganti karena mengalami cedera. Nasib kurang baik dialami PSIM Jogja ketika Ze Valente harus diganjar kartu merah setelah melanggar pemain tuan rumah.
Kartu merah yang diterima Ze Valente memaksa PSIM Jogja bermain dengan 10 pemain dari menit ke-27. Kendati kalah jumlah pemain, Laskar Mataram dapat mengimbangi permainan The Guardians dan memaksa skor imbang tanpa gol bertahan hingga jeda babak pertama.
Usai turun minum, Bhayangkara FC gencar menekan pertahanan PSIM Jogja. Terus diserang sejak awal babak kedua, Laskar Mataram harus kebobolan di menit ke-59. PSIM Jogja baru berhasil keluar dari tekanan di 20 menit akhir pertandingan. Dengan sisa waktu yang ada, PSIM Jogja gagal mengejar ketertinggalan, skor 1-0 bagi keunggulan tuan rumah pun bertahan hingga berakhirnya babak kedua.
Kegagalan meraih poin di laga ini memperpanjang tren negatif PSIM Jogja sejak awal musim. Kini, PSIM Jogja masih tertahan di posisi 17 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 hingga pekan keenam.
Guntur mengajak seluruh timnya untuk tidak berlarut dengan situasi mereka di klasemen saat ini. Ia dan tim akan sepenuhnya fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi laga pekan ketujuh.
“Tidak ada waktu untuk bersedih, yang bisa dilakukan adalah bersiap, kami juga sepakat untuk mengakhiri situasi yang tidak baik ini. Kami akan langsung fokus ke pertandingan berikutnya dan mencoba untuk mencari poin di pertandingan yang hanya berjarak empat hari dari hari ini,” pungkasnya.
