Nama Imam Arief Fadillah cukup mencuri perhatian usai tampil apik di laga kontra Persis Solo, Selasa (12/10). Pasalnya, Imam tampil cukup tenang dan penuh percaya diri dibawah mistar Laskar Mataram meski terus mendapat serangan.

Imam mengaku senang dan bangga bisa mendapat kepercayaan dari sang pelatih untuk bermain di laga syarat gengsi tersebut.

“Tentu saya bangga bisa mengawal gawang PSIM di laga derby. Terima kasih ke pelatih yang sudah memberi saya kepercayaan untuk bermain,” pungkas Imam.

“Ini juga tidak lepas dari kekompakan semua pemain yang saling mengingatkan dan memotivasi satu sama lain, dan Alhamdulillah gawang kita tidak kebobolan,” lanjut Imam.

Kiper syarat pengalaman ini juga mengatakan jika dirinya harus tetap berkonsentrasi penuh selama 90 menit agar tidak ada bola yang bersarang di gawangnya.

“Saya harus tetap tenang dan fokus, karena saya benteng terakhir di tim. Jika sedikit lengah maka bisa berbahaya untuk tim,” ujar kiper asal Tasikmalaya ini.

Pelatih kiper PSIM Jogja, Didik Wisnu mengatakan jika keputusannya memilih Imam Arief sebagai kiper di laga melawan Persis Solo adalah berdasarkan dari progres latihan yang dijalani.

“Saya lihat dari progres latihan, Imam mempunyai kemauan, dan peningkatan. Jadi saya coba berkomunikasi dengan coach Seto, dan beliau setuju untuk merotasi kiper,” ujar Didik.

Mengenai peluang apakah Imam akan terus dipasang sebagai kiper utama Laskar Mataram di laga selanjutnya, Didik mengatakan jika semua masih akan dilihat dalam sesi latihan.

“Kami masih belum bisa memastikan apakah Imam akan kembali diturunkan saat melawan Pati, karena masih akan terus kami pantau progresnya saat latihan. Selain itu sebenarnya ketiga kiper kita mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing,” pungkas Didik.

Share this :
admin
October 15, 2021
Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *