PSIM Jogja terpaksa pulang tanpa poin usai menelan kekalahan tipis 1-0 atas kesebelasan Persib Bandung pada laga Senin (4/5) sore.

BANDUNG, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja terpaksa pulang tanpa poin usai menelan kekalahan tipis 1-0 atas kesebelasan Persib Bandung pada laga Senin (4/5) sore. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) disaksikan kisaran 30.000 suporter lawan.

Laskar Mataram langsung dikejutkan oleh gol cepat pemain lawan Patricio Martin Matricardi pada menit ke-2. Gol kilat tersebut tercipta lewat skema bola mati, hasil tendangan bebas yang didapatkan lawan.

Akibat kebobolan di menit awal, hal ini membuat para penggawa asuhan Jean-Paul Van Gastel harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Bek andalan Yusaku Yamadera mengungkapkan, “Ya, pada menit-menit awal kami kebobolan, hal itu membuat pertandingan menjadi sulit dan berat.”

Van Gastel mengutarakan hal yang serupa dengan Yusaku. “Kami mengawali pertandingan yang sedikit sulit karena dalam menit pertama kami kembali kebobolan dari skema bola mati (set piece). Jadi, itu adalah awal yang berat bagi kami,” ujarnya.

Dengan keunggulan tersebut, Maung Bandung berusaha untuk bermain lebih bertahan dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik. “Itu memberi kesempatan lawan mundur bertahan, lalu menunggu kesalahan para pemain kami,” tambah Van Gastel.

Tetap Apresiasi Perjuangan Tim

Meski belum berhasil mencuri poin dari lawan, juru taktik asal belanda ini tetap memberi apresiasi atas perjuangan anak asuhnya di lapangan.

“Saya mengagumi tim saya karena mereka berani bermain, mereka memiliki motivasi tinggi, serta mereka bisa bermain dengan cukup baik,” tuturnya.

Ia juga membeberkan kondisi evaluasi di ruang ganti saat jeda babak pertama. Van Gastel bersama tim mengambil beberapa keputusan untuk mengubah gaya permainan di babak kedua.

“Satu-satunya hal yang membuat saya tidak puas saat jeda babak pertama adalah kami memilih solusi-solusi yang sulit, padahal seharusnya kami menjaga permainan sesederhana mungkin. Saya pikir dengan begitu kami akan lebih efektif daripada di babak pertama,” paparnya.

Upaya serangan terus dilakukan oleh Laskar Mataram, meski belum membuahkan hasil.

“Pada babak kedua, kami mencoba untuk menyamakan kedudukan, tetapi kemudian jelas Anda memberikan peluang kepada lawan (kesempatan menyerang) karena Anda mengambil lebih banyak risiko,” jelasnya.

Meski laga kali ini belum membuahkan poin, PSIM Jogja sudah dipastikan bertahan untuk Super League musim 2026/27 dengan raihan 39 poin di klasemen sementara. Laskar Mataram masih menyisakan 3 laga untuk terus mendulang tambahan poin di sisa musim ini.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *