
GIANYAR, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja berhasil memutus rentetan kekalahan dalam tiga laga berturut-turut pada hari ini. Laskar mataram berbagi angka dengan Persija Jakarta lewat hasil imbang 1-1 dalam pertandingan kandang yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (22/4) sore.
PSIM Jogja berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol cepat Ezequiel “Pulga” Vidal, sebelum akhirnya disamakan oleh Persija melalui penalti Allano Souza pada pertengahan babak pertama.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim memulai laga dengan agresif dan tempo cepat. PSIM Jogja menguasai bola sejak awal. Laskar Mataram mencetak gol cepat pada menit ke-4. Gol diciptakan oleh Pulga Vidal lewat assist Savio Sheva.
Tak berselang cukup lama, Persija mendapat hadiah penalti pada menit ‘18 akibat pelanggaran Donny Warmerdam di kotak terlarang. Allano Souza mengambil alih penalti dan berhasil mengeksekusi dengan baik (‘20). Skor berubah menjadi 1-1.
Macan Kemayoran kembali mendapat penalti hasil pelanggaran Yusaku Yamadera (‘40). Emaxwell Souza mengambil kesempatan penalti ini, tetapi Cahya Supriadi berhasil menepis dengan baik. Skor 1-1 bertahan hingga peluit turun minum.
Babak kedua dimulai dengan serangan Persija ke gawang PSIM Jogja. Persija bermain lebih agresif dan melancarkan berbagai serangan.
Pelanggaran oleh Jop van der Avert di kotak terlarang hampir menghasilkan penalti untuk Persija (‘77). Namun, setelah checking var, keputusan penalti tersebut dianulir oleh wasit Muhammad Nazmi.
Persija terus melancarkan berbagai serangan ke lini pertahanan PSIM, tetapi tak kunjung membuahkan gol tambahan. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.
Apresiasi Kerja Keras Tim
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya menahan berbagai serangan Persija. “Saya senang bisa mendapatkan satu poin melawan Persija Jakarta. Mereka adalah tim besar yang bersaing memperebutkan gelar juara. Saya juga lega bisa mengakhiri tren negatif kami sebelumnya, sehingga tim memiliki sedikit momentum untuk kembali mendulang poin,” tuturnya.
Pelatih asal Belanda tersebut menyoroti jalannya laga saat kubu tamu terus memberikan tekanan tinggi. Mengingat dominasi permainan lawan, ia menilai hasil akhir merupakan capaian paling realistis bagi tim asuhannya.
“Mengingat skor akhir 1-1, saya rasa itu adalah hasil maksimal bisa kami raih dalam pertandingan ini. Jadi sangat penting bagi kami untuk mengamankan poin tersebut. Seperti saya katakan, Persija bermain dengan baik, dan kami lebih banyak dituntut untuk bertahan,” paparnya.
Tingginya intensitas serangan memaksa barisan pertahanan bekerja ekstra keras. Perubahan taktik langsung diterapkan pelatih saat jeda turun minum.
Van Gastel menjelaskan, “Kami bertahan dengan lebih agresif pada babak kedua. Hal tersebut sesuai keinginan dan instruksi saya di ruang ganti saat turun minum bahwa kami harus menunjukkan lebih banyak tekad untuk bertahan.”
Sementara itu, kapten PSIM Jogja Franco Ramos mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja sangat keras untuk menyelesaikan laga ini dengan baik.
“Saya rasa kami telah menunjukkan kerja keras luar biasa sebagai sebuah tim. Kami datang ke sini untuk menang. Pertandingan ini sangat sulit karena mereka memiliki pemain-pemain berkualitas,” ungkapnya.
Dirinya juga setuju dengan sang pelatih. Menurutnya, berbagi satu poin menjadi bekal berharga bagi Laskar Mataram untuk menatap beberapa laga yang tersisa pada musim ini.
“Saya pikir kami bertahan dengan baik seperti dikatakan pelatih, dan kami berhasil meraih satu poin. Sangat penting bagi kami untuk memutus rentetan kekalahan ini,” pungkas Franco.
