
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja ditahan imbang Persijap Jepara dalam laga kandang lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan ke-25 pada Rabu (11/3) malam. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung ini berakhir dengan skor 2-2.
Meski berhasil menambah satu poin dari laga ini, pelatih kepala PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel tetap memberi evaluasi secara tegas kepada anak asuhnya terkait antisipasi bola mati dari lawan.
Jalannya Pertandingan
Laga berjalan sangat intens sejak peluit dibunyikan. Persijap unggul lebih awal melalui gol cepat dari Borja Martinez (‘3) yang berhasil memanfaatkan bola rebound hasil sepak pojok.
Meski tertinggal di menit awal, PSIM tak mengendurkan serangannya. Serangan terus dilancarkan ke gawang kiper Muh Ardiansyah.
Gol balasan akhirnya tercipta menit ke-17 untuk Laskar Mataram. Umpan silang dari Riyatno Abiyoso disambut dengan baik Ezequiel “Pulga” Vidal, dan menembus pertahanan Laskar Kalinyamat.
Laskar Mataram kembali menggandakan keunggulan jelang akhir paruh pertama. Ze Valente berhasil menuntaskan kemelut di depan gawang Persijap dengan gol (’38). Skor 2-1 bertahan sampai turun minum.
Tertinggal di babak pertama, Persijap justru tampil lebih ganas pada babak kedua. Berbagai serangan ke gawang Cahya Supriadi akhirnya membuahkan gol penyama kedudukan pada menit ke-67 oleh Iker Guarrotxena. Kedua tim terus mencoba menambah gol, tetapi laga berakhir imbang dengan skor 2-2.
Evaluasi Taktik Bola Mati
Van Gastel mengaku timnya kecolongan dalam laga malam tadi akibat kesempatan bola mati yang berhasil dimanfaatkan lawan menjadi gol.
“Kita memulai dengan kurang beruntung, kita kebobolan lewat bola mati. Dan kemudian kita butuh beberapa menit untuk kembali ke permainan kita,” ungkapnya.
Kegagalan mempertahankan keunggulan turut menjadi sorotan utama sang pelatih. Menurutnya, tim lawan nyaris tidak memiliki peluang terbuka dari skema permainan biasa.
“Jepara tidak menciptakan banyak peluang, mereka hanya berbahaya melalui bola mati. Banyak kesalahan bodoh dalam permainan ini. Saya tidak akan bilang bagus, tapi itu membuat saya jantungan,” sebutnya.
Meski demikian, menurut Van Gastel, hal inilah yang menjadi daya tarik bagi penonton. “Tapi, saya rasa bagi para pendukung dan penggemar netral, ini adalah pertandingan yang bagus untuk ditonton. Intensitas yang tinggi, banyak permainan yang bagus,” tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain sayap Riyatno Abiyoso mengaku bahwa laga ini sangat menarik, meski PSIM belum berhasil meraih tiga poin.
“Dua gol kita lewat bola mati dan kita gagal meraih tiga poin di kandang kita. Itu bukan hasil baik buat kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, “Tapi pertandingan pada malam hari ini menarik bagi kedua tim karena intensitas tim cukup tinggi dan ke depannya kita akan lebih kerja keras lagi untuk menghadapi next pertandingan,”
Hasil seri ini mengharuskan seluruh punggawa Laskar Mataram untuk segera memperbaiki fokus area pertahanan. Persiapan matang sangat dibutuhkan demi meraih kemenangan untuk menghadapi tantangan di laga selanjutnya.
