Laskar Mataram harus puas berbagi poin dengan tuan rumah, Semen Padang FC, pada Rabu (4/3) malam.

PADANG, PSIMJOGJA.ID – Laskar Mataram harus puas berbagi poin dengan tuan rumah, Semen Padang FC, pada Rabu (4/3) malam. Laga yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim ini berakhir tanpa gol dari kedua tim.

Jalannya Pertandingan

Tim tuan rumah langsung mengambil inisiatif untuk mendominasi ritme permainan dan melancarkan serangan sejak menit awal. Salah satu ancaman besar datang saat sepakan Kasim Botan membentur tiang gawang yang dikawal Cahya Supriadi di awal laga.

Saling jual-beli serangan, skuad PSIM memilih bermain sabar sambil mencari celah lewat serangan balik. Insiden cukup merugikan Laskar Mataram terjadi pada menit ke-38.

Fahreza Sudin harus meninggalkan lapangan setelah dinilai melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan, Samuel Christianson Simanjuntak. Wasit Naufal Adya Fairuski memberi kartu merah langsung bagi Fahreza.

Meski harus berjuang mati-matian dengan sepuluh orang pemain, barisan pertahanan PSIM tetap tampil solid. Gawang PSIM aman dari kebobolan dan laga berakhir nol sama.

Apresiasi Semangat Juang Pemain

Juru Taktik asal Negeri Kincir Angin tersebut melihat permainan berjalan seimbang saat awal laga. Namun, ia menyoroti perubahan taktik timnya pascainsiden kartu merah.

“Saya rasa sampai terjadinya kartu merah, permainannya seimbang. Jika Anda mendapat kartu merah maka, jalannya pertandingan berubah,” ungkapnya.

Kehilangan satu amunisi membuat tim pelatih harus segera memutar otak untuk mengambil keputusan taktis menjaga keseimbangan tim. Van Gastel langsung merespons situasi tersebut dengan rotasi formasi pertahanan.

“Kami mencoba untuk menutup ruang karena kita kalah jumlah satu pemain. Jadi Anda mencoba untuk membuat blok pertahanan rendah,” jelasnya.

Dengan hasil ini, Van Gastel mengapresiasi semangat juang anak asuhnya dalam laga kali ini.

“Dan saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang kita tunjukkan. Jadi kita tidak hanya bisa bermain cukup baik, tetapi kita juga punya semangat juang,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kita sudah menunjukkannya di pertandingan melawan Bali dan Biak dan semua pertandingan di mana kita tertinggal satu, dua, atau bahkan tiga gol. Jadi, saya rasa bagi kami ini terasa sedikit seperti, sebuah kemenangan.”

Senada dengan sang pelatih, Riyatno Abiyoso, winger andalan PSIM Jogja tersebut memberi penghargaan kepada rekan satu timnya yang berhasil menuntaskan laga malam ini dengan baik.

“Apresiasi juga untuk semua rekan atas perjuangan maksimal mempertahankan poin malam ini. Kita patut bersyukur bisa mendapat poin di kandang lawan,” ucapnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *