
PADANG, PSIMJOGJA.ID – Laskar Mataram terus berfokus untuk mempersiapkan diri jelang laga tandang melawan Semen Padang FC di Stadion H. Agus Salim pada Rabu (4/3) malam. Pertandingan lanjutan BRI Super League 2025/26 ini menjadi tantangan tersendiri karena jeda istirahat yang terbilang singkat.
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan tim pelatih harus cepat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Ia menyatakan, “Dengan jeda yang singkat antara pertandingan, tentu ini bukan persiapan yang saya inginkan. Tapi, kita harus fleksibel dan lebih dinamis dalam hal ini.”
Senada dengan sang pelatih, kapten PSIM Jogja Franco Ramos memastikan kesiapan para penggawa Laskar Mataram. Bek andalan asal Argentina ini mengaku akan fokus untuk bisa tampil maksimal dalam laga nanti.
“Persiapan bagi kami selalu sama persis setiap menghadapi sebuah pertandingan. Kami terus mempersiapkan diri dengan memikirkan taktik kami sendiri dan kami siap bertarung untuk nanti,” tegas Franco.
Fokus Atasi Tekanan Tuan Rumah
Van Gastel menyadari bahwa lawannya saat ini sedang berada di dasar klasemen dan memiliki motivasi tinggi untuk bisa lolos dari zona degradasi.
“Besok kami akan menghadapi Semen Padang yang sedang berada di bawah tekanan, termasuk untuk pelatihnya. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang menarik,” ungkapnya.
Tim pelatih telah menganalisis kekuatan Semen Padang setelah kubu tuan rumah mendatangkan amunisi baru pada bursa transfer. Juru taktik asal Belanda ini menyoroti kehadiran pemain baru lawan sebagai kewaspadaan tersendiri bagi anak asuhnya.
“Semen Padang mendatangkan beberapa pilar baru sehingga itu berarti ada energi segar dan perspektif baru tentang jalannya permainan. Mereka tidak tertinggal terlalu banyak poin di klasemen, jadi mereka pasti akan bertarung sekuat tenaga agar tidak terdegradasi,” jelas Van Gastel.
Menjelang laga penting ini, Laskar Mataram dipastikan tampil tanpa kekuatan penuh akibat absennya dua pemain. Ze Valente harus menepi akibat hukuman akumulasi kartu, sementara Anton Fase masih fokus dalam masa pemulihan cedera.
Absennya dua orang tersebut tidak lantas membuat PSIM menurunkan target raihan tiga poin untuk laga nanti. “Kami sudah bermain di dua puluh tiga pertandingan, jadi semua anggota tim tahu persis tugasnya masing-masing di lapangan. Sayang sekali Ze tidak bisa hadir, di sisi lain kami punya opsi cukup orang untuk menggantikannya, seperti saat laga tandang ke Jakarta,” tegasnya.
Pertandingan ini akan berlangsung pada malam hari dan masih dalam suasana bulan Ramadan. Oleh karena itu, tim pelatih telah menyusun program pemulihan fisik khusus agar seluruh pemain bisa tampil bugar sepanjang laga.
“Kondisi tim saya cukup bugar untuk menghadapi jadwal padat ini. Laga berlangsung jam sembilan malam, jadi kita mencoba menyusun aktivitas siang hari secara teratur agar seluruh punggawa tidak sekadar berada di kamar sepanjang waktu,” pungkas Van Gastel.
