
GIANYAR, PSIMJOGJA.ID — PSIM Jogja tengah bersiap menghadapi Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Laga ini akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Sabtu (24/10).
Pertandingan ini hanya berjarak empat hari dari laga terakhir PSIM Jogja ketika melawat ke kandang Bhayangkara FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Lokasi pertandingan semula akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Akan tetapi, dikarenakan beberapa alasan, venue dipindahkan ke Bali secara resmi pada 20 Oktober 2026.
Menanggapi hal tersebut, Caretaker PSIM Jogja, Guntur Cahyo Utomo menilai situasi ini kurang ideal bagi timnya. Meski demikian, tim pelatih akan mengutamakan pemulihan fisik para pemain terlebih dahulu.
“Memang ini situasi yang kurang ideal bagi tim, terutama bagi pemain. Pertama, jarak yang sangat pendek. Kemudian, perpindahan venue yang mendadak secara emosional juga cukup mengejutkan para pemain. Sehingga kami sedang mencoba memulihkan lagi kondisi fisik mereka karena perjalanan yang panjang. ” ujar Guntur.
Selain pemulihan fisik, tim pelatih juga berupaya memulihkan kondisi para pemain dari sisi psikologis. Guntur berharap seluruh pemulihan berjalan baik dengan hanya tersisa dua hari sebelum pertandingan.
“Kami juga berusaha memulihkan kondisi emosional dan psikologis para pemain. Saat ini kami masih memiliki dua hari, semoga besok para pemain telah sepenuhnya fokus untuk bisa kembali bermain optimal di hari Sabtu,” harapnya.
Evaluasi Pertandingan dan Target
Evaluasi dari beberapa pertandingan terakhir terus dilakukan oleh tim pelatih. Guntur menilai dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC (20/10), timnya telah bermain cukup baik sebagai cerminan dari evaluasi laga sebelum-sebelumnya.
“Tentu saja kami mencoba mengevaluasi semua aspek dari beberapa pertandingan. Sebetulnya di pertandingan sebelumnya kami bermain cukup baik, dua puluh menit pertama sebelum kartu merah. Tapi setelah itu memang kondisi tidak terkontrol, kami baru bisa mengontrol lagi beberapa saat setelah gol terjadi,” jelasnya.
Pelatih asal Surakarta ini akan menerapkan permainan serupa untuk menghadapi Isenmulang Kalteng FC. “Kami akan mencoba bermain seperti dua puluh menit pertama ketika melawan Bhayangkara kemarin,” ungkapnya.
Ia juga akan mendorong anak asuhnya untuk bermain lebih menyerang tanpa mengabaikan fokus terhadap pertahanan. Perbaikan lini pertahanan akan menjadi target utama yang coba direalisasikan di laga esok.
“Targetnya, kami tidak mau kebobolan lagi. Semoga kami bisa memperbaiki pertahanan sekaligus mencoba untuk mematangkan kemampuan mencetak gol para pemain, baik secara kolektif maupun individu,” paparnya.
Di sisi lain, Laskar Mataram tidak dapat memainkan Ze Valente pasca ganjaran kartu merah yang ia terima ketika melawan Bhayangkara FC. Namun, Guntur mengajak timnya untuk melihat situasi ini dari sisi positif.
“Kehilangan pemain tentu tidak memberikan kenyamanan bagi tim dan keseluruhan. Tapi kami mencoba untuk berpikir positif bahwa itulah alasan pemain lain harus selalu siap bermain, karena dalam kompetisi yang panjang semuanya bisa terjadi. Absennya Ze semoga menjadi motivasi bagi pemain lain untuk menunjukkan performa yang lebih maksimal lagi,” pungkasnya.
