PSIM Jogja bersiap melakoni laga perdana kompetisi kasta tertinggi musim 2026/27 dengan menjamu Persita di Stadion Sultan Agung, Sabtu (5/9).

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja bersiap melakoni laga perdana kompetisi kasta tertinggi musim 2026/27 dengan menjamu Persita di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9) sore. Momentum pembuka musim terasa istimewa lantaran bertepatan langsung dengan peringatan hari ulang tahun klub ke-97.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menyatakan antusiasme tinggi seluruh anggota tim menyambut kompetisi resmi setelah melewati rangkaian persiapan panjang. “Pertama-tama, ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang,” ujarnya.

Masa pramusim dimanfaatkan staf pelatih guna mematangkan skema permainan serta menjaga kesiapan fisik pemain secara menyeluruh. “Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya,” tuturnya.

Juru taktik asal Belanda tersebut memaparkan refleksi perjalanan tim sejak berhasil promosi ke kompetisi kasta teratas. “Jika melihat perjalanan PSIM menghabiskan 18 tahun di Liga 2 sebelum meraih promosi, prioritas utama kami musim lalu sebagai tim promosi adalah bertahan agar tidak terdegradasi. Tentu saja, setiap tim selalu memiliki kekuatan serta kelemahan masing-masing,” paparnya.

Evaluasi Taktik dan Pembenahan Komposisi Skuad

Efektivitas penyerangan saat menghadapi pertahanan lawan menjadi fokus perbaikan tim pelatih. Upaya membongkar pertahanan rapat (low block) membutuhkan variasi pendekatan taktik tersendiri.

“Kami jelas memiliki kendala dalam penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan. Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa,” tegasnya.

Meski sempat memiliki catatan kurang baik pada pertemuan dengan Persita musim sebelumnya, Van Gastel enggan menjadikan hal tersebut sebagai patokan.

“Untuk musim ini, kami mendatangkan beberapa pemain berprofil berbeda demi mengatasi kendala musim lalu. Setiap musim komposisi skuad selalu berbeda, jadi hasil musim lalu tidak lagi relevan. Yang terpenting adalah kami mempersiapkan diri secara matang,” ucap mantan pelatih Besiktas FC tersebut.

Analisis terhadap skema lawan telah disiapkan guna mengamankan poin penuh di kandang. “Saya sudah meninjau kembali laga-laga melawan mereka musim lalu. Mengingat Persita masih ditangani pelatih kepala sama, saya berasumsi dia mempersiapkan timnya lewat cara serupa, dan kami mempertimbangkan setiap detail agar meraih hasil positif besok,” pungkasnya.

Sementara itu, semangat tinggi melakoni partai pembuka juga turut disuarakan bek PSIM Jogja, Franco Ramos Mingo. “Kami sangat antusias menyambut musim baru ini, khususnya karena laga bertepatan hari ulang tahun PSIM. Jadi, kami siap untuk pertandingan besok,” tandasnya.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *