Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan hukuman tambahan untuk gelandang PSIM Jogja, Ze Valente, atas insiden kartu merah di Lampung (20/10).

YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Komite Disiplin PSSI resmi menjatuhkan hukuman tambahan untuk gelandang PSIM Jogja, Ze Valente, atas insiden kartu merah yang terjadi pada laga tandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Selasa (20/10) malam. Dalam laga yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda tersebut, Ze dinilai melanggar pemain lawan pada menit ke-26.

Dalam salinan keputusan sidang tertanggal 25 Oktober 2026, pemain berpaspor Portugal tersebut dinilai melakukan pelanggaran serius karena mengangkat kaki terlalu tinggi ke arah kepala pemain lawan. Berdasarkan Pasal 49 ayat (1) huruf b dan ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, sang pemain dijatuhi tambahan sanksi larangan bertanding dua laga terdekat serta denda sebesar sepuluh juta rupiah.

Dengan tambahan sanksi tersebut, Ze diharuskan absen dalam tiga laga. Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar mengungkapkan, “Tambahan hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Ze Valente jelas sebuah pukulan telak bagi kami. Setelah tidak bermain kontra Isenmulang, kami kehilangan Ze untuk dua laga kandang penting kontra Borneo FC dan Dewa United.”

Sang manajer tim juga meyakini bahwa insiden yang terjadi bukanlah sebuah kesengajaan. Iksan menilai bahwa Ze senantiasa menjaga profesionalitas dan sikap selama bermain di lapangan hijau. 

“Kami yakin Ze bukan pemain yang memiliki niat buruk untuk melukai lawan. Dengan pengalaman dan sepak terjang selama ini, Ze telah membuktikan dirinya menjunjung tinggi sportivitas di atas segalanya,” jelasnya.

Antisipasi Absennya Ze

Manajemen PSIM Jogja juga sudah menyampaikan keberatan atas sanksi yang diterima oleh Ze Valente sesuai dengan prosedur yang ada.

“Kami pun sudah berusaha menempuh langkah sesuai prosedur untuk menyampaikan keberatan terhadap keputusan wasit yang mengganjar Ze kartu merah menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC,” ungkapnya. 

Meski menghadapi tantangan dengan absennya salah satu pemain pilar, Laskar Mataram memilih segera berbenah dan mematangkan strategi alternatif untuk menghadapi laga selanjutnya.

“Tetapi, kami tidak ingin larut dalam situasi tidak menguntungkan ini. Tim pelatih akan mempersiapkan sejumlah skenario permainan untuk mengatasi absennya Ze di lini tengah,” tambah Iksan.

Absennya Ze membuka kesempatan bagi penggawa lini tengah lain untuk unjuk kemampuan terbaik ketika dipercayai tampil membela tim kebanggaan masyarakat Yogyakarta. “Harapannya, pemain yang tersedia dapat membuktikan diri untuk tampil maksimal di dua laga kandang selanjutnya,” tutup Iksan.

Share this :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *