
PAMEKASAN, PSIMJOGJA.ID – PSIM Jogja harus menelan kekalahan dari Madura United pada laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan pada Jumat (18/9) malam tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil ini menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Laskar Mataram dalam kompetisi musim ini, setelah pada laga sebelumnya (13/9) harus mengakui keunggulan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo dengan skor 1-0.
Dalam sesi konferensi pers yang digelar usai pertandingan, gelandang PSIM Jogja Savio Sheva mengungkapkan bahwa kekalahan dalam laga ini menjadi pelajaran berharga baginya dan tim.
“Tentu ini menjadi pelajaran bagi kami. Semoga pada pertandingan selanjutnya kami bisa tampil lebih baik lagi dan meraih poin,” ungkap Savio.
Jalannya Pertandingan
Babak pertama berjalan alot dengan jual beli serangan dari kedua tim. PSIM tampil efektif melalui permainan kolektif dan berhasil unggul lebih dahulu lewat gol Nermin Haljeta pada menit ke-15, memanfaatkan umpan dari Ezequiel “Pulga” Vidal.
Tim asuhan Van Gastel sempat memperbesar keunggulan melalui gol kedua Haljeta pada menit ke-40. Akan tetapi, wasit Thoriq Alkatiri menganulir gol tersebut karena dinilai telah terjadi offside terlebih dahulu. Skor 1-0 untuk keunggulan PSIM bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madura United tampil lebih ofensif. Menghadapi tekanan beruntun dari tuan rumah, PSIM kesulitan mempertahankan keunggulan dan kebobolan dua gol pada menit ke-71 dan ke-73. Keunggulan 2-1 bagi Madura United bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Gagal Mempertahankan Momentum Babak Pertama
Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menyayangkan performa skuadnya yang urung menuntaskan sejumlah peluang pada babak pertama, sehingga gagal mengunci kemenangan lebih awal.
“Seharusnya kami bisa menentukan hasil laga ini pada babak pertama, karena kami menciptakan beberapa peluang yang seharusnya membuat tim unggul lebih jauh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Van Gastel menjelaskan bahwa timnya sempat memulai babak kedua dengan baik, sebelum akhirnya kehilangan konsistensi permainan akibat sejumlah kesalahan teknis.
“Pada babak kedua, kami memulai pertandingan dengan cukup baik, lalu Madura jelas mulai menekan lebih banyak. Hal yang perlu kami perbaiki dengan cepat adalah konsistensi selama 90 menit,” paparnya.
Ia menambahkan, “Kami membuat banyak kesalahan teknis yang tidak terjadi pada babak pertama. Seharusnya kami bisa menuntaskan pertandingan sejak babak pertama.”
Kekalahan ini menahan PSIM Jogja pada perolehan satu poin dari tiga laga awal BRI Super League 2026/2027. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Laskar Mataram menjelang masa jeda internasional.
