
YOGYAKARTA, PSIMJOGJA.ID – Brajamusti sukses menyelenggarakan musyawarah anggota (Musta) yang ke-6 pada Minggu (14/6), bertempat di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta. Musta berjalan meriah dengan dihadiri perwakilan anggota dari 177 laskar yang terdaftar secara resmi.
Puncak acara Musta menetapkan R.M. Satrio Wijayanto secara sah sebagai Presiden baru Brajamusti untuk masa bakti 2026 hingga 2029. Manajemen PSIM Jogja yang diwakili oleh Direktur Utama Yuliana Tasno turut hadir memberi dukungan langsung untuk kelancaran acara.
Sosok yang kerap disapa Liana tersebut mengajak seluruh anggota Musta yang hadir untuk terus berkoordinasi erat dengan manajemen demi kesuksesan tim PSIM Jogja di kompetisi Super League.
“Ke depannya, apabila ada perbedaan pendapat atau persinggungan, itu adalah hal biasa dalam organisasi. Akan tetapi, tindakan yang kita lakukan akan berdampak langsung kepada PSIM,” ungkapnya.
Ia juga menaruh harapan besar terhadap struktur kepemimpinan Brajamusti baru yang terbentuk.
“Harapan saya, Presiden baru yang terpilih dapat menjaga persatuan di antara teman-teman Brajamusti semua serta mempertahankan sinergi yang ada yang sudah kita bangun bersama,” tuturnya.
Liana menambahkan, “Saya juga berharap penuh bahwa siapa pun yang terpilih, kita memiliki visi yang sama untuk kemajuan DIY. Tidak hanya dalam hal sepak bola, tetapi juga demi mengharumkan nama DIY di kancah nasional.”
Langkah Satukan Visi Bumi Mataram
Presiden Brajamusti terpilih, R.M. Satrio Wijayanto, mengucap syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara serta amanah besar yang kini diembannya.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Musta Brajamusti berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ini menjadi bukti bahwa Brajamusti semakin matang dan dewasa dalam berorganisasi,” ujar sosok yang akrab disapa Dodok tersebut.
Ia menekankan bahwa hasil pemilihan ini merupakan kemenangan kolektif. “Kemenangan ini bukan milik saya pribadi, melainkan kemenangan seluruh keluarga besar Brajamusti,” paparnya.
Dodok juga mengajak seluruh elemen laskar untuk kembali merapatkan barisan dan bergerak selaras di bawah satu komando.
“Mulai hari ini, dinamika pemilihan sudah selesai. Kita semua melebur menjadi satu wadah, satu perjuangan demi kejayaan Laskar Mataram, serta berkomitmen menjaga kondusivitas Bumi Mataram,” tegasnya.
